RIWARA.ID – Perang terbuka akhirnya pecah, ketika Amerika Serikat bersama sekutunya Israel menghujani Iran dengan bom dan peluru kendali, Sabtu (28/2/2026).
Serangan itu memaksa Iran menutup seluruh wilayah udaranya untuk penerbangan sipil dan memberlakukan keadaan darurat.
Tak tinggal diam, seperti dilansir kantor berita Iraqi News Agency, Iran mengumumkan Operasi Janji Setia 4, sebagai respons terhadap serangan yang menyasar sejumlah kota tersebut.
Baca juga: SIMAK! Ini Cara Mudah Pendaftaran Mudik Gratis Tahun 2026 dari Ditjen Hubdat, Catat Baik-baik
Bukan hanya kepada Israel dan AS, Iran beberapa waktu lalu pernah mengancam akan berperang melawan negara-negara di Timur Tengah yang menyediakan tempat untuk pangkalan militer kedua negara aggresor itu.
Salah satunya, pada Sabtu siang serangan rudal menghajar pangkalan Al Jufair di Bahrain yang selama ini digunakan AS. Serangan juga menyasar ibu kota Bahrain, Manama, hingga menimbulkan kepanikan warga.
Sejak April 2024 hingga Juni 2025, Iran telah menggelar Operasi Janji Setia 1, 2 dan 3 yang merupakan aksi serangan langsung ke wilayah Israel.
Baca juga: Wali Kota Solo Ancam Tak Ambil Sampah Warga yang Tak Dipilah
Dalam beberapa kali operasi itu, Iran mengerahkan ratusan rudal dan pesawat drone.
Serangan-serangan tersebut menyasar sejumlah kota penting di Israel seperti Tel Aviv, Haida, Bnei Brak dan sasaran-sasaran militer lainnya.
Israel, seperti biasa mampu menangkal sebagian serangan berkat sistem pertahanan udara Iron Dome, namun sejumlah serangan berhasil menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
Serangan masif ke Iran, dimulai Sabtu pagi dengan melibatkan ratusan alutsista canggih.
Baca juga: Paradoks Bullous Pemphigoid: Ketika Data 20 Tahun Mengguncang Narasi Rasial dalam Dunia Kedokteran
Kota Teheran dihujani ledakan-ledakan besar, yang menyasar target-target penting seperti kedudukan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khameini. Namun, pemerintah Iran menegaskan Khameini selamat dan telah diamankan di satu tempat yang dirahasiakan.
Sejumlah pesawat tempur seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II, F-18 Hornet dan pesawat nirawak yang sebagian besar berasal dari dua kapal induk AS USS Abraham Lincoln dan USS Gerald Ford yang sudah beberapa hari berada di Laut Arab di selatan Iran.
Sedangkan Angkatan Udara Israel mengerahkan sejumlah pesawat F-15 Eagle. Keseluruhan serangan udara juga melibatkan sejumlah pesawat pendukung seperti tanker udara, juga pesawat serangan elektronik EA-18G Growler untuk mengacaukan sistem pertahanan lawan.
Baca juga: Akankah Ada yang Membeli J-35A? Ambisi Global China dan Tantangan Menyaingi F-35
Belum ada informasi mengenai dampak serangan dari Israel dan AS, begitu pun sebaliknya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui siaran media AS menyebut pihaknya telah melancarkan serangan ke Iran bersama-sama dengan Israel.
Serangan tersebut, menurut Trump adalah meruntuhkan rezim Ayatollah Ali Khamenei.
“Kami melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan segera datang dari rezim Iran,” kata Trump dilansir IranWire.
Sementara itu, Kedutaan Iran di Jakarta menyebut serangan AS-Israel merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.
Serangan tersebut juga disebut melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dikategorikan sebagai “tindakan agresi yang nyata” terhadap Republik Islam Iran.
“Merujuk Pasal 51 Piagam PBB, Iran berhak untuk membela diri. Angkatan Bersenjata Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya untuk mempertahankan kedaulatan negara dan memberikan respons tegas atas agresi yang disebut dilakukan Washington dan Tel Aviv,” tulis pernyataan resmi kedutaan Iran yang diterima redaksi Riwara.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta minta Pemerintah dan rakyat Indonesia, secara keseluruhan termasuk media untuk secara terbuka mengecam serangan tersebut.
Terlebih, serangan agresi Amerika Serikat dan Israel pantas disebut sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan maupun global. (*)
AS dan Israel serang Iran, Teheran balas lewat Operasi Janji Setia 4 dan rudal ke pangkalan AS di Bahrain.