RIWARA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan cakupan imunisasi anak usia di bawah dua tahun (baduta) lengkap sepanjang 2025 mencapai 76,9 persen atau melampaui target nasional 70 persen.
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, menjelaskan indikator tersebut dihitung dari persentase anak usia 12–23 bulan yang menerima imunisasi dasar lengkap dalam kurun satu tahun di suatu wilayah.
Dari total sasaran nasional sebanyak 4.521.051 anak, tercatat 3.477.787 anak telah mendapatkan imunisasi lengkap. Menurutnya, capaian ini menunjukkan tren positif hasil kerja bersama pemerintah pusat, daerah, dan tenaga kesehatan di lapangan.
Baca juga: Kemenkum Adakan Mudik Lebaran Bersama Tahun 2026, Total Kuota 600 Orang, Ini Syarat dan Mekanismenya
Paparan data tersebut disampaikan dalam rilis Data Publikasi Intervensi Stunting 2025 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Kemenkes juga mencatat sejumlah provinsi dengan capaian sangat tinggi. Tiga wilayah bahkan melampaui 100 persen, yakni Banten (110,6 persen), Sumatra Selatan (100,9 persen), dan DKI Jakarta (100,7 persen). Pemerintah masih akan melakukan validasi untuk memastikan akurasi data di wilayah tersebut.
Selain itu, DI Yogyakarta juga menjadi sorotan karena berhasil melampaui target nasional. Pada tingkat kabupaten/kota, Kota Salatiga menjadi satu-satunya daerah yang mencapai cakupan 100 persen dan dinilai sebagai contoh praktik baik penguatan layanan imunisasi rutin.
Baca juga: Sejarah yang Disederhanakan: Di Mana Sebenarnya Posisi Muhammad Yamin dalam Sumpah Pemuda 1928?
Beberapa daerah lain juga mencatat angka sangat tinggi di atas 97 persen, yakni Kota Madiun (99,9 persen), Kabupaten Humbang Hasundutan (99,6 persen), Kabupaten Pandeglang (99,6 persen), Kabupaten Ogan Komering Ilir (99,3 persen), Kota Bekasi (99,1 persen), dan Kota Jakarta Timur (97,7 persen).
Meski capaian nasional melampaui target, Kemenkes menyoroti masih adanya ketimpangan antarwilayah. Tercatat 22 provinsi belum mencapai target 70 persen, dengan capaian terendah di Papua Pegunungan (3,9 persen), Papua Tengah (16,2 persen), dan Aceh (18,9 persen).
Lovely menegaskan capaian nasional tidak boleh menutupi disparitas tersebut. Pemerintah akan memprioritaskan wilayah dengan cakupan rendah agar dapat mengejar ketertinggalan.
Sebagai langkah strategis, Kemenkes akan memperkuat pendekatan berbasis ketersediaan stok dan distribusi logistik vaksin di tingkat kabupaten/kota. Upaya itu mencakup pemantauan distribusi vaksin, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi lintas sektor agar setiap anak memperoleh imunisasi lengkap tepat waktu.
Dengan capaian 76,9 persen pada 2025, pemerintah optimistis target nasional dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui strategi pemerataan layanan, terutama di wilayah dengan cakupan rendah. (*)
Cakupan imunisasi baduta 2025 mencapai 76,9 persen, Kemenkes fokus pemerataan di daerah dengan capaian rendah.