Mentan Instruksikan Percepatan Cetak Sawah 2026, Daerah Tak Serius Terancam Anggaran Dialihkan

  • Ari Kristyono
  • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:35 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi tanaman padi | Ari Kristyono
Ilustrasi tanaman padi | Ari Kristyono

 

RIWARA.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota mempercepat program cetak sawah dan optimalisasi lahan untuk menjaga momentum swasembada pangan nasional.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, sebagaimana dipublikasikan Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/2026).

Amran menegaskan daerah yang tidak menunjukkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026 akan dievaluasi, bahkan anggaran program pertaniannya dapat dialihkan ke daerah lain yang lebih siap.

Baca juga: Operasi Sikat Agung 2026, Polda Bali Tangkap 181 Tersangka Curanmor, Curas, dan Curat

“Ke depan kita akselerasi. Kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya. Menteri yang tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Amran, program cetak sawah menjadi fondasi keberlanjutan swasembada pangan. Tahun lalu realisasi mencapai sekitar 200 ribu hektare, sedangkan tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare.

Jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, ia optimistis swasembada pangan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Jawa Tengah Masuk Wilayah Risiko Tinggi

Selain itu, Mentan juga memaparkan tren peningkatan produksi dan serapan beras nasional. Berdasarkan data pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari 2026 meningkat 78 persen dibanding periode sebelumnya.

Ia menyebut jika tren tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok beras nasional berpotensi menembus sekitar 6 juta ton.

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” katanya.

Baca juga: WOW! 143,91 Juta Masyarakat Indonesia Akan Lakukan Perjalanan Mudik Saat Lebaran 2026

Meski capaian positif, Amran mengingatkan seluruh jajaran tidak lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara besar-besaran pada April 2026.

Ia menegaskan bantuan dan program akan diprioritaskan untuk daerah dengan kinerja baik, sedangkan daerah dengan capaian rendah akan ditahan sementara hingga menunjukkan perbaikan.

Selain komoditas padi, pem erintah juga fokus mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden, serta memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada.

Kementerian Pertanian optimistis melalui percepatan program, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. (*)

 

Mentan Amran instruksikan percepatan cetak sawah 2026, daerah tak serius terancam evaluasi dan pengalihan anggaran pertanian.

Foto Default
Author : Ari Kristyono

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News