Suka Buka Puasa dengan Gorengan? Ini Bahayanya Bagi Tubuh, Sebaiknya Ganti dengan Olahan Makanan Ini

  • Windy Anggraina
  • Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:08 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id  – Buka puasa rasanya kurang nikmat kalau tidak menyantap aneka gorengan. Padahal dibalik konsumsi gorengan saat buka puasa ada banyak dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat soal pola makan saat Ramadan. Hal ini disampaikan melalui program Budi Gemar Sharing di reel Instagramnya, ia menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung menyantap gorengan dan minuman manis saat berbuka puasa. Padahal kebiasaan tersebut bisa berbahaya bagi pankreas.

"Siapa disini yang suka buka puasanya pakai gorengan?" ujarnya seperti dikutip Riwara.id dari reel Instagram @bgsadikin, Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca juga: Biola yang Menggetarkan Kolonialisme: Jejak Sunyi Wage Rudolf Supratman dan Lahirnya Indonesia Raya

Budi menjelaskan, kebanyakan orang pasti mengambil dua hingga tiga gorengan sekaligus. Menurut Budi, kondisi lambung saat berbuka itu masih kosong setelah seharian menahan lapar.

Tubuh, lanjutnya, memang membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi, sebab gula darah juga rendah ketika berpuasa. Tetapi bukan dengan cara mengkonsumsi sirup manis berlebihan atau gorengan berminyak.

"Tubuh memang butuh gula untuk energi tapi caranya bukan dengan "menghajar" lambung pakai gorengan berminyak atau sirup yang manisnya kebangetan," terang Menkes.

Ketika minum sirup, gula darah akan melonjak cepat dalam waktu sin gkat. Lonjakan atau spike ini dapat membebani pankreas. Sebaliknya, ia menyarankan masyarakat memilih sumber karbohidrat kompleks.

Dalam video tersebut, Budi menunjukkan contoh makanan seperti singkong, jagung rebus, kacang kulit, pisang rebus, hingga kentang rebus. Makanan ini tetap mengandung karbohidrat yang akan diubah menjadi gula, tetapi pelepasannya berlangsung bertahap.

"Karbohidrat kompleks itu diubah menjadi gula secara perlahan, jadi energi kita pulih pelan-pelan tanpa bikin kaget tubuh," ujarnya.

Budi mengingatkan agar kebiasaan sarapan sehat yang pernah ia kampanyekan berisi telur rebus dan umbi-umbian, tetap dijaga selama bulan puasa. Di akhir pesannya, Budi menantang masyarakat untuk memilih antara berbuka puasa dengan makanan yang terasa enak sesaat namun berisiko bagi kesehatan, atau memilih menu yang lebih sehat untuk jangka panjang.

Baca juga: SIMAK! Ini Dia Sejumlah Kota Besar di Indonesia yang Berpotensi Hujan, Saat Perayaan Imlek 17 Februari

"Nah jadi sekarang kalian mau buka puasanya pakai yang mana? Mau yang enak atau yang sehat?" pungkasnya.***

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat soal pola makan saat Ramadan. Hal ini disampaikan melalui program Budi Gemar Sharing di reel Instagramnya, ia menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung menyantap gorengan dan minuman manis saat berbuka puasa

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News