Pinjaman Online Masyarakat Indonesia per Oktober 2025 Capai Rp92,99 Triliun, Alami Peningkatan, Simak Info Lengkapnya Disini

  • Windy Anggraina
  • 13 Desember 2025
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id – Ditengah berbagai ketidakpastian politik dan ekonomi global, kondisi ekonomi di Indonesia juga dikatakan belum sepenuhnya membaik. Hal ini terlihat dari jumlah pinjaman online masyarakat Indonesia ke sektor keuangan per bulan Oktober 2025 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Dilansir Riwara.id dari laman OJK, Sabtu, 13 Desember 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan dari industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Lainnya (PMVL) OJK, Agusman mengatakan nilai ini tumbuh 23,86 persen secara tahunan (year on year/yoy). Laju pertumbuhan ini juga meningkat dari September 2025 yang tercatat 22,16 persen.

"Sementara itu, pada industri fintech peer-to-peer lending atau pindar (pinjaman daring), outstanding pembiayaan di Oktober 2025 tumbuh 23,86 persen yoy dengan nominal Rp92,92 triliun," paparnya.

Di waktu yang sama tingkat risiko kredit macet di sektor pinjol secara agregat atau wanprestasi 90 hari (TWP90 ) berada di posisi 2,76 persen per Oktober 2025, turun dari bulan sebelumnya di posisi 2,8 persen.

Di sisi lain, utang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh 0,68 persen yoy per Oktober 2025 menjadi Rp505,3 triliun. 

Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibanding September yang mencatatkan 1,07 persen dengan total pembiayaan sebesar Rp507,14 triliun. Didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 9,28 persen yoy.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (nonperforming financing/NPF) gross turun menjadi 2,47 persen pada Oktober 2025 dari sebelumnya 2,51 persen. NPF net juga melandai jadi 0,84 persen dari 0,85 persen di bulan sebelumnya.

Sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (nonperforming financing/NPF) gross tetap di leve; 2,47 persen pada Oktober 2025.

Sementara itu, NPF net menurun menjadi 0,83 persen dari 0,84 persen di bulan sebelumnya. Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,15 kali, masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yaitu 10 kali.***

 

 

Berikut informasi tentang pinjaman online masyarakat Indonesia per Oktober 2025 capai Rp92,99 triliun alami peningkatan simak info lengkapnya

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News
Related News