Tegas! Putin Buka Suara Soal Palestina: Minta Solusi Dua Negara dan Soroti Kondisi Gaza

Selasa, 03 November 2026 | 09:28 WIB
Putin sebut solusi dua negara di konflik Israel Palestina
Putin sebut solusi dua negara di konflik Israel Palestina (Foto: Politico)

 

RIWARA.id - Rusia terus berkomitmen terhadap solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina. 

Dilansir dari Sputnik, komitmen ini disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam acara KTT Rusia-Afrika yang berlangsung di Moskow pada akhir Oktober. 

Dalam sidang pleno tersebut, Putin mengatakan Rusia mendukung solusi dua negara yang disebut sebagai satu-satunya jalan agar bisa menyelesaikan masalah Palestina. 

Palestina harus menjadi negara yang berdaulat dan bisa hidup berdampingan dengan warga Israel.

Sampai saat ini, militer Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Gaza lewat serangan udara dalam bentuk rudal atau drone. 

Militer Israel beralasan bahwa serangan udara tersebut menyasar fasilitas dan juga anggota Hamas yang masih ada di wilayah Gaza.

PBB menilai situasi kemanusiaan di wilayah Gaza sangat memprihatinkan di tengah infrastruktur dan gedung-gedung yang sudah hancur menjadi puing-puing.

Walaupun gencatan senjata sudah berlaku sejak Oktober 2025 dan dibentuk Board of Peace, serangan ke masyarakat Gaza masih terus terjadi. 

Sampai saat ini, fasilitas kesehatan masih minim sekali di Gaza serta bantuan dari lembaga internasional yang juga masih tertahan. 

Reformasi DK PBB

Selain membahas masalah Gaza dan Israel, Putin juga membicarakan reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang didorong oleh negara-negara Afrika.

Menurut Putin, tidak adanya perwakilan negara Afrika di DK PBB merupakan hal yang tidak adil.

Putin sepakat dengan negara-negara di Afrika yang mengatakan bahwa dunia global sedang berubah, begitu pula dengan Afrika.

Putin menilai peran dan arti negara-negara Afrika semakin penting dan meningkat. Karena itu Rusia sudah sepakat bahwa peran Afrika akan terus meningkat di masa-masa mendatang.

Reformasi DK PBB juga harus dilakukan tanpa membongkar mekanisme yang sudah dimiliki oleh organisasi internasional tersebut. 

Putin juga mengatakan sampai saai ini masih belum ada pilihan alternatif bagi PBB.

Sebelumnya, Nigeria meminta adanya dua negara Afrika sebagia anggota tetap di DK PBB.

Hal ini sudah disuarakan lama oleh Uni Afrika, organisasi yang menaungi negara-negara Afrika. 

Semoga Bermanfaat.***

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmennya mendukung Palestina menjadi negara berdaulat di KTT Rusia-Afrika. Simak pernyataan lengkapnya!

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories