RIWARA.ID - Masyarakat diminta untuk senantiasa waspada terhadap peredaran tautan (link) mencurigakan yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Pesan berantai yang menyebar melalui WhatsApp, media sosial, maupun direct message (DM) dengan iming-iming pencairan dana cepat disinyalir kuat sebagai modus penipuan digital (phishing).
Penipuan jenis ini umumnya menggunakan alamat situs tidak resmi dan meminta pengguna memasukkan data pribadi sensitif.
Cara Cek Status Penerima BSU yang Resmi dan Aman
Untuk memastikan informasi serta status penerima bantuan secara sah, masyarakat diimbau untuk selalu mengakses kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker):
- Akses Situs Resmi: Ketik langsung alamat peramban resmi bsu.kemnaker.go.id pada browser Anda.
2. Ikuti Petunjuk Sistem: Apabila fitur pengecekan telah dibuka, ikuti petunjuk verifikasi yang tertera di dalam portal resmi.
3. Verifikasi Periode Bantuan: Pastikan kembali pengumuman resmi yang tertera merujuk pada periode berjalan (2026), bukan informasi arsip dari tahun-tahun sebelumnya.
Tips Keamanan Digital Hindari Pencurian Data
Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan beberapa langkah penting untuk melindungi data pribadi dari risiko cybercrime:
- Periksa Domain Situs: Pastikan alamat website berakhiran .go.id yang menandakan portal resmi pemerintah.
2. Jagalah Kerahasiaan Data: Jangan pernah membagikan kata sandi (password), PIN, maupun kode OTP kepada pihak mana pun.
3. Hindari Unduh Berkas Mencurigakan: Jauhi mengunduh file aplikasi (.APK) atau dokumen dari pesan atau sumber yang tidak dikenal.
4. Prinsip Saring Sebelum Sharing: Selalu verifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya ke media sosial atau grup percakapan. ***
Marak modus penipuan tautan palsu Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Simak cara cek penerima resmi dan tips aman dari Kemnaker agar data pribadi tetap terlindungi.