RIWARA.id - Hari ini, Selasa 27 Januari 2026, Pura Mangkunegaran menggelar acara besar berupa Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X Kaping 4.
Acara ini merupakan peringatan kenaikan tahta pemimpin Pura Mangkunegaran yang digelar rutin setiap tahunnya.
Ada berbagai rangkaian acara yang akan digelar untuk memeriahkan Tingalan Jumenengan. Namun, untuk acara inti, hanya digelar selama 1 hari di Pura Mangkunegaran.
Salah satu sajian budaya yang ditampilkan di acara inti dalam Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X Kaping 4, adalah Beksan Bedhaya Anglir Mendung.
Tarian pusaka Mangkunegaran ini dibawakan oleh 7 orang penari perempuan, dengan iringan gendhing dari Gangsa Gamelan Kyai Kanyut Mesem.
Tarian ini mengisahkan perjuangan KGPAA Mangkoenagoro I bersama pasukannya dalam melawan Belanda.
Beksan Bedhaya Anglir Mendung menjadi tarian sakral yang hanya dipersembahkan pada upacara Jumenengan dan Tingalan Jumenengan.
Tarian ini bermakna sebagai pengingat sejarah pertempuran, simbol legitimasi kekuasaan, serta penghormatan terhadap laskar perempuan atau Legiun Prajurit Estri.
Prajurit tersebut adalah pasukan panah wanita yang telah membantu perjuangan RM Said (Pangeran Sambernyawa), dan sangat ditakuti Belanda.
Nama "Anglir Mendung" berarti seperti "mendung", menggambarkan taktik pasukan RM Said yang bergerak cepat dan tidak terlihat, layaknya cuaca mendung.
Ritual Sebelum Menari
Dikutip Riwara.id dari akun Instagram @mangkunegaran, Selasa 27 Januari 2026, sebelum menampilkan Beksan Bedhaya Anglir Mendung, para penari Mangkunegaran harus melalui berbagai ritual dan tirakat.
Ritual tersebut seperti puasa, meditasi, serta berziarah ke Astana Mangandeg, Astana Girilayu, dan Astana Oetara.
Selain untuk pengingat perjuangan, Bedhaya Anglir Mendung juga menjadi simbol legitimasi yang menegaskan kekuasaan dan kedaulatan Pura Mangkunegaran, serta menjaga nilai-nilai luhur perjuangan.
Rangkaian Acara untuk Masyarakat
Acara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X Kaping 4 bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat umum melalui media sosial seperti Youtube, Instagram dan Tiktok Mangkunegaran.
Selain acara inti, ada rangkaian acara yang digelar untuk memeriahkan Tingalan Jumenengan, yaitu Sapa Diraja yang merupakan tur eksklusif pada tanggal 24 dan 25 Januari 2026 untuk mengenalkan tradisi Tingalan Jumenengan.
Lalu, ada juga Mangkunegaran Night Market edisi Tingalan Jumenengan yang akan digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran pada Sabtu 31 Januari 2026.
Di acara itu, masyarakat umum dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian dan berbagai kegiatan budaya lainnya.
Beksan Bedhaya Anglir Mendung merupakan tarian sakral saat Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X Kaping 4. Tarian ini ditarikan 7 orang perempuan.