Riwara.id – Hari ini Selasa, 27 Januari 2026 bertepatan dengan 8 Ruwah DAL 1959 diadakan tradisi rutin tahunan yaitu Tingalan Jumenengan Pura Mangkunegaran ke 4. Bukan hanya sekedar tradisi yang terus dilestarikan, acara ini juga jadi bagian ungkapan rasa syukur yang mendalam di lingkungan Pura Mangkunegaran.
Ritual adat Tingalan Dalem Jumenengan dianggap sebagai salah satu penerapan adat dan istiadat kerajaan Jawa, yang paling sakral dan bermakna penting. Tradisi ini menjadi momen sakral yang merefleksikan nilai-nilai luhur kerajaan Jawa.
Setiap elemen dalam ritual ini, mulai dari prosesi hingga sajian seni budaya yang ditampilkan, memiliki makna simbolis yang dalam.
Salah satu acara penting dalam Tingalan Jumenengan adalah Sabda Dalem yang berisi visi satu tahun ke depan.
Sabda Dalem disampaikan KGPAA Mangkoenagoro X saat Jumenengan dan secara berkelanjutan di acara Tingalan Jumenengan setiap tahunnya.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @mangkunegaran, Selasa, 27 Januari 2026, Sabda Dalem disampaikan pertama kali bertepatan dengan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X pada 12 Maret 2022.
Dalam Sadba Dalem tersebut, KGPAA Mangkoenagoro X mengajak untuk tidak terlena oleh kejayaan masa lalu, dan bekerja sama dalam mengembangkan kebudayaan.
Pada Sabda Dalem Tingalan Jumenengan kaping - 1, Mangkoenagoro X menyampaikan visi untuk merapatkan barisan dalam pengembangan kebudayaan.
Sabda Dalem Tingalan Jumenengan kaping - 2, Mangkoenagoro X mengangkat visi Mangkunegaran sebagai rumah budaya.
Visi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Sabda D alem Tingalan Jumenengan kaping - 3, yang mengangkat keselarasan logika dan rasa dalam membangun peradaban.
Tingalan Jumenengan kaping 4 hari ini, KGPAA Mangkoenagoro X akan kembali menyampaikan Sabda Dalem untuk harapan satu tahun ke depan.
Selain menjadi acara penting di Pura Mangkunegaran, Tingalan Jumenengan juga menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan tradisi Jawa kepada khalayak luas
.
KGPAA Mangkunegara X menggelar Tingalan Jumenengan yang keempat dengan melibatkan 1.000 orang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pelajar. Acara ini menjadi momen penting dalam perjalanan kepemimpinan Mangkunegara X.
Rangkaian Tingalan Jumenengan meliputi proses i ritual adat Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem. Acara dibuka dengan penampilan bergodo prajurit atau Royal Defile, Tari Bedhaya Anglir Mendhung, hingga alunan klenengan gamelan.***
Ritual adat Tingalan Dalem Jumenengan dianggap sebagai salah satu penerapan adat dan istiadat kerajaan Jawa, yang paling sakral dan bermakna penting. Tradisi ini menjadi momen sakral yang merefleksikan nilai-nilai luhur kerajaan Jawa