Riwara.id – Emas dalam waktu beberapa tahun terakhir masih menjadi investasi yang banyak diminati terutama dari kalangan anak muda. Tapi apakah ini adalah bentuk generasi muda mulai paham finansial atau hanya ikut-ikutan tren semata.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin menjadi-jadi, dan ancaman inflasi yang kian menggerus pengeluaran sehari-hari, aset emas kembali menjadi primadona investasi.
Terlebih harga emas belakang ini terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dilansir Riwara.id dari laman Logam Mulia, Senin, 26 Janauri 2026, harga logam mulia telah mengalami lonjakan sampai Rp 184.000 per gram dalam sepekan terakhir (19-25 Januari 2026). p>
Tak heran kini investasi emas tidak menjadi primadona orang dewasa dari kelompok milenial, namun juga memiliki daya tarik bagi kalangan muda Gen Z. Namun apakah pembelian emas ini dilakukan hanya karena FOMO alias hanya mengikuti tren, atau memang masyarakat kita sudah melek finansial.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat lima alasan utama mengapa aset emas menjadi incaran generasi milenial dan Z, diantaranya:
1. Nilainya cenderung naik dan tahan inflasi
2. Modal awal kecil, bisa mulai dari puluhan ribu
3. Gampang dicairkan
4. Cocok untuk tujuan jangka panjang
5. Banyak platform digital yang bikin menabung jadi lebih mudah dan praktis
Melihat alasan tersebut, kemungkinan banyaknya masyarakat yang semakin getol investasi emas karena memang aset ini dapat memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Menunjukkan keterbukaan akan literasi keuangan.***
Emas dalam waktu beberapa tahun terakhir masih menjadi investasi yang banyak diminati terutama dari kalangan anak muda. Tapi apakah ini adalah bentuk generasi muda mulai paham finansial atau hanya ikut-ikutan tren semata.