WAH! 1399 Unit ATM Ditutup,Benarkah Efisiensi Perbankan Sudah Dimulai Karena Pengaruh Teknologi? Simak Ulasannya

  • Windy Anggraina
  • Senin, 26 Januari 2026 | 15:49 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Catat jadwal operasional bank Mandiri selama libur Nataru 2025 2026
Jumlah unit ATM mengalami penurunan

 

Riwara.id – Perkembangan teknologi membawa dampak signifikan bagi industri perbankan, salah satunya adalah pengurangan unit ATM.

 Kurun waktu 1 tahun, ada 1.399 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang tutup. Hal ini berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari laporan data tersebut, jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM di Indonesia mencapai 89.774 hingga kuartal III-2025. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 91.173.

Baca juga: Verifikasi BPJS Kesehatan Jadi Salah Satu Kendala Pencairan PK untuk Haji Khusus 2026, Ini Dia Upaya Kemenhaj

 Hal ini berarti, ada 1.399 unit mesin ATM yang tutup dalam setahun. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, tren penurunan jumlah mesin ATM ini diprediksi terus berlanjut.

 "Jumlah ATM yang secara tren mengalami penurunan pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank. Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut," ujar Dian, Senin, 26 Januari 2026.

 Dian menilai tren ini terus berlanjut seiring dengan dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif. Hal ini berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.

 Adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, semakin mudahny a akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai, maka kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin terminimalisir.

Baca juga: Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji Daerah Tahun 2026, Ini Dia Kriteria Khusus yang Wajib Dipenuhi

 Perbankan tetap memandang efisiensi operasional sebagai salah satu fokus, sehingga peningkatan akses layanan digital akan mendukung peningkatan efisiensi operasional perbankan melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik dan optimalisasi proses layanan.

 "Efisiensi pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan," tambahnya

 Pemanfaatan teknologi mendorong transaksi keuangan non-tunai atau cashless yang semakin meluas di masyarakat. Sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningka tan aktivitas perekonomian.***

 

Dari laporan data tersebut, jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM di Indonesia mencapai 89.774 hingga kuartal III-2025. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 91.173

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News