Bentrokan Berdarah di Morowali: Polisi Evakuasi 75 TKA PT Askon ke Polda Sulteng

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:43 WIB
Desa Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Selatan
Desa Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Selatan (Foto: Google Maps)

RIWARA.id – Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing (TKA) ke Markas Polda Sulawesi Tengah di Palu menyusul bentrokan berdarah antara warga lokal dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali.

Insiden bentrokan fisik di kawasan lingkar tambang tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini menyatakan bahwa evakuasi puluhan pekerja asing tersebut dilakukan demi menjamin keselamatan jiwa para pekerja sekaligus mendalami pemicu utama konflik antarkelompok tersebut, sebagaimana dirilis Humas Mabes Polri, Senin (5/10/2025).

Petugas membawa seluruh TKA tersebut menggunakan pengawalan ketat kepolisian menuju Mapolda Sulteng guna menjalani pemeriksaan intensif dan pemetaan kronologi kejadian secara terukur.

Seluruh TKA tersebut kini menjalani proses pendataan resmi secara intensif bersama jajaran Kantor Imigrasi setempat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian mengonfirmasi status 75 pekerja asing tersebut masih sebatas saksi dalam tahap penyelidikan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kericuhan masif di Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan tersebut pecah pada Jumat (2/10/2026) lalu.

Aksi saling serang itu dipicu oleh akumulasi kekecewaan dan protes keras warga setempat terhadap dampak pencemaran lingkungan akibat aktivitas operasional perusahaan.

Warga mengeluhkan tingginya polusi debu pekat yang dihasilkan dari lalu lalang kendaraan pengangkut material perusahaan di dekat kawasan permukiman penduduk.

Bentrokan fisik tak terhindarkan hingga memicu jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak akibat sabetan benda tajam saat bentrok di lapangan.

Lima orang korban luka merupakan warga lokal setempat yang menderita luka sabetan pada bagian tangan serta kaki, sementara satu korban luka lainnya merupakan warga negara asing.

Selain memakan korban luka, amuk massa dalam bentrokan tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada lima unit kendaraan operasional milik perusahaan.

Massa yang tersulut emosi juga membakar lima unit alat berat jenis ekskavator yang terparkir di area proyek PT Askon.

Guna mencegah pecahnya bentrokan susulan, kepolisian langsung menyiagakan ratusan personel gabungan di lokasi kejadian secara ketat.

Pasukan pengamanan tersebut merupakan gabungan personel dari Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta satuan Batalyon Brimob Polda Sulteng.

Aparat mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pimpinan perusahaan untuk menahan diri serta menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib tanpa tindakan main hakim sendiri.

 

Bentrokan pecah di Desa Matarape Morowali hingga 6 orang terluka. Polisi evakuasi 75 TKA PT Askon ke Polda Sulteng untuk periksa saksi.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories