RIWARA.id – Keluhan suara serak, berat, hingga hilang setelah seharian bekerja sering kali dianggap hal lumrah oleh masyarakat. Padahal, kondisi tersebut merupakan sinyal peringatan terjadinya vocal fatigue atau kelelahan pita suara yang berisiko memicu kerusakan permanen pada organ vokal.
Masyarakat kerap menganggap kelelahan suara sebagai bagian dari risiko pekerjaan. Namun, bila dibiarkan berulang tanpa penanganan tepat, kelelahan suara dapat memicu peradangan serius hingga merusak produktivitas dan kualitas hidup penderitanya.
Dikutip dari kemkes.go.id, kelelahan suara terjadi ketika pita suara dipaksa bekerja terlalu keras tanpa istirahat memadai. Kondisi ini membuat jaringan pita suara kehilangan kelenturan dan fleksibilitas dalam menghasilkan getaran bunyi.
Profesi yang paling rentan terserang vocal fatigue meliputi guru, dosen, penyanyi, penyiar radio, petugas customer service, hingga penceramah dan instruktur olahraga. Kelompok pekerja ini menggunakan instrumen suara secara intensif dan dalam jangka waktu panjang setiap harinya.
Penggunaan suara berdurasi panjang, kebiasaan berbicara terlalu keras di lingkungan bising, serta teknik vokal yang keliru menjadi pemicu utama kelelahan suara. Otot-otot di sekitar leher dan tenggorokan akan menegang hebat jika dipaksa bekerja terus-menerus.
Faktor lingkungan seperti udara kering pendingin ruangan (AC), paparan debu, asap rokok, hingga kurang minum air putih turut mempercepat iritasi pada pita suara. Keadaan ini memicu gesekan berlebih yang membuat jaringan di dalam tenggorokan memerah dan membengkak.
Gejala awal yang kerap dirasakan antara lain volume suara mendadak menurun, nada suara sulit dikontrol, tenggorokan terasa panas atau gatal, serta muncul sensasi ganjal yang memicu keinginan berdeham secara terus-menerus.
Penderita vocal fatigue biasanya juga harus mengeluarkan tenaga ekstra dari otot leher hanya untuk memproduksi satu kalimat pendek. Efeknya, leher terasa pegal dan suara akan memburuk drastis pada akhir jam kerja.
Kementerian Kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala yang berlangsung lama. Apabila suara serak bertahan lebih dari dua minggu, terasa nyeri hebat saat menelan, atau muncul batuk bercampur darah, penderita diimbau segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT.
Pemeriksaan medis dini melalui prosedur teropong pita suara sangat penting untuk memastikan tidak adanya benjolan (nodul), polip, atau infeksi kronis pada pita suara. Langkah ini menjadi kunci awal penyelamatan aset utama bagi para pekerja vokal profesional.
Untuk penanganan awal, penderita disarankan melakukan istirahat suara (vocal rest) dengan membatasi percakapan yang tidak perlu, mencukupi asupan air putih, serta menghentikan kebiasaan berdeham yang berisiko memperparah luka pada pita suara.
Penggunaan alat bantu pengeras suara atau mikrofon di ruang kerja yang luas serta penerapan terapi teknik vokal yang benar dinilai ampuh mencegah kekambuhan vocal fatigue di kemudian hari. (*)
Waspadai suara serak usai kerja! Dikutip dari kemkes.go.id, itu tanda vocal fatigue yang ancam kesehatan pita suara pekerja.