Usai Bongkar Dugaan Pungli di Alkid, Kuliner Bolosego Diserang Review Jelek, Keraton Jogja: Usut Tuntas!

Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB
Pemilik kuliner Bolosego Mba Dy
Pemilik kuliner Bolosego Mba Dy

YOGYAKARTA, RIWARA.ID - Berani menyuarakan kebenaran terkadang harus dibayar mahal. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh Mbak Dy, pemilik usaha kuliner populer Bolosego, usai membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid), Yogyakarta.

Setelah ceritanya viral di media sosial, perjuangan Mbak Dy tidak serta-merta berjalan mulus. Lewat unggahan Instagram Story pribadinya pada Minggu (20/9/2026), ia membeberkan kenyataan pahit: sejumlah gerai Bolosego mendadak diserang gelombang ulasan negatif secara serentak di Google.

Rating Anjlok Drastis

Dampak serangan yang terindikasi sebagai aksi review bombing ini tak main-main. Salah satu gerai Bolosego di kawasan Pakuwon harus merelakan rating Google-nya yang semula di angka 4,9 terjun bebas hingga ke angka 2,3 dalam waktu singkat.

Mbak Dy curiga serangan ini tidak terjadi secara alami dari konsumen sungguhan. Pola ulasan buruk yang bermunculan secara bersamaan di berbagai gerai persis setelah ia memprotes pungli Rp1 juta per hari di Alkid menguatkan dugaan adanya pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan usahanya.

Namun, kejujuran Mbak Dy tak berjalan sendirian. Melihat kejanggalan tersebut, gelombang simpati netizen langsung mengalir deras. Ribuan pengguna internet berbondong-bondong memberikan ulasan positif (star booster) untuk menyelamatkan reputasi usaha kuliner yang menjadi langganan wisatawan tersebut.

Bahkan, aksi berani ini membakar semangat pelaku UMKM lain di sekitar Alkid untuk ikut angkat bicara dan mengakui keresahan serupa.

Keraton Jogja Buka Suara

Polemik yang mencoreng citra Jogja sebagai Kota Wisata dan Kota Budaya ini langsung memantik reaksi keras dari pihak Keraton Yogyakarta.

RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, atau yang akrab disapa Mas Marrel, menegaskan bahwa Keraton tidak tinggal diam dan telah berkomunikasi langsung dengan Pemkot Yogyakarta, Polresta, hingga Polda DIY.

"Pertama, saya tegaskan bahwa kita tidak ingin itu terjadi lagi. Dan yang paling penting adalah bagaimana di seluruh DIY ini tindakan pungli itu harus secara tegas kita tindak," ujar Mas Marrel dikutip dari RRI, Senin, 21 September 2026.

Mas Marrel menambahkan bahwa tindakan oknum di lapangan tidak boleh dibiarkan melenggang tanpa hukum. Ia mengingatkan pesan dari Ngarsa Dalem (Sri Sultan HB X) agar aparat tidak ragu atau takut dalam memberantas praktik haram yang merugikan para pelaku usaha kecil.

Keraton Tegaskan Izin Food Truck Gratis

Mas Marrel meluruskan bahwa pihak Keraton sejatinya sangat mendukung tumbuh kembang UMKM lokal, termasuk mengizinkan penggunaan area untuk food truck selama menempuh prosedur yang resmi dan benar.

Ia menegaskan kembali bahwa Keraton tidak pernah memungut biaya sepeser pun terkait perizinan tersebut. Oleh karena itu, klaim atau tarikan uang di lapangan murni merupakan tindakan oknum tak bertanggung jawab.

"Secara undang-undang, penindakan dan penertiban itu ada di tingkat kabupaten dan kota, bukan di tingkat provinsi apalagi Keraton. Otomatis Satpol PP Kota Yogyakarta ya memang harus bergerak dan memang harus berani menindak," pungkasnya tegas.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kota Yogyakarta dan aparat penegak hukum. Ketegasan mereka dalam memberantas pungli di Alkid menjadi pertaruhan besar bagi masa depan pariwisata dan kenyamanan para pelaku UMKM di Kota Pelajar ini. ***

Buntut keberanian membongkar dugaan pungli di Alun-Alun Kidul (Alkid) Jogja, rating gerai Bolosego mendadak anjlok diserang ulasan negatif serentak (Review Bombing).

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories