Video Viral! Pegawai SPPG Bantul Ejek Korban Keracunan MBG, Ini Tanggapan BGN DIY

Senin, 21 September 2026 | 13:42 WIB
Video viral pegawai SPPG di Bantul mengejek korban keracunan MBG
Video viral pegawai SPPG di Bantul mengejek korban keracunan MBG

YOGYAKARTA, RIWARA.ID - Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria tersebut viral usai mengunggah video yang diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatra Utara.

Video tersebut langsung memicu kecaman luas dari netizen karena dinilai tidak memiliki empati terhadap korban yang sempat mengalami kejang hingga hilang ingatan.

“Keji dan nirhati! Di saat ratusan siswa di Berastagi terbaring sakit akibat keracunan MBG, oknum pegawai BGN bernama Gerardus Permanaditya malah bikin konten video makan ayam goreng yang diduga kuat mengejek Febiona Purba, siswi yang sempat kejang hingga hilang ingatan,” tulis akun Instagram @reset.feeds.

Reaksi Badan Gizi Nasional (BGN) DIY

Menanggapi gelombang protes publik, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak pada penerima manfaat harus ditangani dengan serius, penuh empati, serta rasa kemanusiaan.

“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati,” ujar Gagat dikutip dari RRI, Senin, 22 September 2026.

Identitas Terduga Pelaku

Setelah dilakukan penelusuran internal, BGN DIY membenarkan bahwa pria dalam video viral tersebut merupakan bagian dari jajarannya.

Gagat membenarkan bahwa pria itu merupakan pegawai SPPG di wilayah Dlingo, Bantul.

“Betul (pembuat video adalah pegawai SPPG di Dlingo). Yang bersangkutan berposisi sebagai pengawas keuangan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gagat juga mengaku telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang dimaksud. Nantinya, hasil klarifikasi akan disampaikan kepada publik.

“Yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami, dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,” katanya.

BGN Minta Jaga Etika Komunikasi

Lebih lanjut, pihaknya mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga etika komunikasi, termasuk dalam penggunaan media sosial. Ia tak ingin adanya kejadian yang menimpa penerima manfaat justru menjadi bahan candaan, olok-olok, atau komentar yang dapat melukai pihak yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Kejadian di satu wilayah harus menjadi perhatian dan pembelajaran bagi seluruh jajaran SPPG di wilayah lainnya. Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat, dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan,” pungkasnya. ***

Video pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban keracunan MBG di Karo viral dan menuai kecaman. BGN DIY beri klarifikasi dan usut tuntas.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories