Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Tips dan Imbauan Resmi Kemenkes

Minggu, 06 September 2026 | 16:12 WIB
Menkes meminta masyarakat batasi aktivitas di luar rumah karena penyebaran abu vulkanik Anak Krakatau
Menkes meminta masyarakat batasi aktivitas di luar rumah karena penyebaran abu vulkanik Anak Krakatau (Foto: Kemenkes)

JAKARTA, RIWARA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Imbauan ini dikeluarkan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III) dan mengalami erupsi secara menerus sejak Jumat (4/9/2026).

Embusan angin membawa paparan abu vulkanik hingga menyebar ke wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat. Intensitas abu yang tinggi berisiko memicu gangguan kesehatan akut seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, serta gangguan kulit. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan dan jantung diimbau ekstra waspada.

"Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata," tegas Menkes Budi dalam konferensi pers daring mengenai Situasi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026.

Instruksi Pertolongan Pertama Terdampak Abu

Menkes menggarisbawahi pentingnya langkah pertolongan pertama jika warga terpapar abu vulkanik yang bersifat tajam:

  • Iritasi Mata: Jangan mengucek mata yang terkena debu. Segera bilas menggunakan air bersih atau obat tetes mata.
  • Kebersihan Diri: Segera mandi dan ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah untuk menghilangkan partikel abu yang menempel.

Fasilitas Kesehatan dan Logistik Disiagakan 24 Jam

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Dinas Kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat diinstruksikan menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk beroperasi penuh selama 24 jam.

Kemenkes juga mempercepat distribusi logistik medis ke daerah terdampak, meliputi:

  • Masker medis dan N95
  • Tabung oksigen dan oxygen concentrator
  • Alat uap pernapasan (nebulizer)
  • Obat-obatan penanganan ISPA, salep kulit, serta obat tetes mata

Kemenkes berkoordinasi secara berkala dengan BNPB, BMKG, dan PVMBG guna memantau dinamika sebaran abu vulkanik. Masyarakat diminta tidak panik, merujuk informasi resmi pemerintah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala keluhan kesehatan. ***

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membatasi aktivitas di luar rumah. Puskesmas disiagakan 24 jam.

Sources
Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories