WADUH! Realisasi Kredit Alami Penurunan 0,64 Persen, Ini Faktor Penghambat yang Buat UMKM Sulit Naik Kelas

  • Windy Anggraina
  • Senin, 19 Januari 2026 | 01:20 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
ilustrasi pedagang eceran
ilustrasi pedagang eceran

Riwara.id – Sektor UMKM di Indonesia makin mendapat perhatian serius dari pemerintah. Meski pemerintah sudah mengguyur dana KUR pada pelaku usaha ternyata serapan realisasi kredit mengalalmi penurunan.

Diketahui UMKM Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Bank Indonesia (BI) mencatat tiga tantangan yang menghambat sulitnya UMKM naik kelas, dari realisasi kredit hingga kesiapan merambah pasar internasional.

Dikutip Riwara.id dari laman Bank Indonesia, Senin, 19 Januari 2026, realisasi kredit UMKM mengalami penurunan 0,64% secara tahunan hingga November 2025. Dari sisi pengelolaan, hanya terdapat 39,4% UMKM yang telah menerapkan sistem digital. Selain itu, kesiapan ekspor UMKM juga masih terbatas, baik dari sisi produksi, manajemen, hingga akses pasar.

Baca juga: WOW, Ternyata di Jateng ada 327 Desa Antikorupsi, Kok Bisa? Ini Penjelasan dari Gubernur Jateng

Dalam perjalanannya, banyak UMKM ingin tumbuh lebih jauh, tapi terhambat di hal-hal mendasar, #SobatRupiah. Mulai dari pencatatan keuangan yang belum rapi, data usaha yang belum tersusun, hingga sistem pembayaran yang belum optimal. Menyadari hal ini, Bank Indonesia punya strategi jitu agar UMKM dapat naik kelas dan terus #BeriMakna bagi keberlanjutan perekonomian.

Sektor UMKM telah berkontribusi sebesar 60% terhadap perekonomian nasional. Selain itu, kontribusi UMKM ke pasar ekspor tercatat terus tumbuh sebesar 15,7%. Oleh karena itu BI mendorong UMKM naik kelas melalui 46 kantor perwakilan di daerah.

Bank Indonesia hadir mendampingi UMKM agar tumbuh lebih kompetitif, berdampak, dan berkelanjutan.

BI telah menetapkan sejumlah strategi untuk menarik konsumen, seperti market intelligence, kurasi dan promosi perdagangan, sinergi dengan stakeholders, hingga mengadakan business matching penjualan.

Selain itu, BI juga memiliki strategi untuk mendorong UMKM seperti melakukan standarisasi dan sertifikasi produk, pemanfaatan platform digital, akses pembiayaan perbankan, hingga sinergi dengan kementerian dan lembaga.

Baca juga: Arab Saudi Perketat Aturan Kesehatan Jamaah Haji, Penilaian Istithaah Kesehatan Gunakan Aplikasi Khusus

UMKM yang kuat adalah pilar perekonomian berkelanjutan. Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM agar memiliki ekosistem usaha yang semakin kokoh.***

 

UMKM Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Bank Indonesia (BI) mencatat tiga tantangan yang menghambat sulitnya UMKM naik kelas, dari realisasi kredit hingga kesiapan merambah pasar internasional.

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News