FLORES, RIWARA.ID- Gempa bumi berkekuatan cukup besar mengguncang sejumlah daerah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Update terkini, sedikitnya lima orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Dilaporkan, dua korban di Kabupaten Sikka dan tiga korban di Kabupaten Manggarai. Jumlah korban jiwa maupun luka-luka diperkirakan masih bertambah seiring tim SAR gabungan yang terus bergerak melakukan penyelamatan di lokasi terdampak.
Gempa sendiri terjadi sekitar pukul 05.58 WITA saat sebagian besar masyarakat masih beraktivitas di dalam rumah. Guncangan hebat menyebabkan sederet bangunan permukiman runtuh dan rusak berat, hingga memaksa warga berhamburan menyelamatkan diri ke tempat aman.
Mayoritas korban tewas dilaporkan akibat tertimpa puing-puing material bangunan yang roboh. Saat ini, personel pertolongan masih terus berpacu dengan waktu menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak.
Tanggap Darurat dan Pantauan Udara
Menanggapi situasi darurat tersebut, Gubernur NTT Melkianus Laka Lena bersama Kapolda NTT serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung menggelar konsolidasi cepat. Fokus utama penanganan saat ini dipusatkan pada evakuasi korban, pendataan kerusakan sarana publik, pembukaan akses jalan, hingga pemulihan konektivitas komunikasi.
Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, Gubernur NTT beserta rombongan Forkopimda dijadwalkan terbang langsung meninjau sejumlah titik parah di Pulau Flores. Pilihan mobilisasi lewat jalur udara diambil mengingat sejumlah jalur darat dikabarkan lumpuh total akibat material longsor.
"Data korban dan estimasi kerugian infrastruktur masih sangat dinamis. Kami meminta seluruh jajaran pemkab terdampak untuk intensif memverifikasi kondisi lapangan agar informasi yang keluar benar-benar akurat," tegas pihak Pemprov NTT dikutip dari RRI.
Sebagai pusat kendali krisis (crisis center), Polda NTT ditunjuk menjadi pintu utama penyampaian informasi publik guna mencegah kesimpangsiuran berita di tengah masyarakat.
Percepatan Alat Berat dan Bantuan Logistik
Di lapangan, pengerahan personil gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Kementerian PUPR, hingga PLN dan operator seluler terus diakselerasi. Pengerahan alat berat menjadi prioritas utama untuk membersihkan sumbatan longsoran tanah dan puing bangunan yang menutupi akses vital transportasi.
Secara simultan, Pemprov NTT telah memberangkatkan pasokan bantuan darurat tahap awal berupa beras dan bahan makanan pokok ke lokasi bencana. Pemerintah juga merangkul para pelaku usaha lokal di kawasan Flores untuk bahu-membahu menyalurkan logistik bagi pengungsi.
Waspada Informasi Hoaks dan Gempa Susulan
Di tengah proses penanganan bencana yang sedang berjalan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh Isu tsunami maupun ramalan gempa susulan yang tidak berdasar.
Masyarakat diminta tetap tenang, menjauhi area bangunan yang retak atau rawan roboh, memantau rilis resmi dari BMKG serta BNPB, dan mematuhi instruksi petugas di lapangan. Pemprov NTT hingga kini masih mengevaluasi seluruh asesmen lapangan untuk menentukan status tanggap darurat bencana serta pengajuan bantuan pemulihan ke pemerintah pusat. ***
Gempa bumi mengguncang Flores, NTT pada Sabtu pagi (15/8). Sedikitnya lima warga dilaporkan meninggal dunia. Berikut update evakuasi, penanganan darurat, dan imbauan BMKG.