RIWARA.id – Seorang kakek berusia 78 tahun bernama Naruh dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Hutan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tim Rescue Unit Siaga SAR Brebes bersama warga setempat kini tengah berjuang keras menyisir medan berat guna melacak keberadaan korban yang belum kembali sejak akhir pekan lalu.
Operasi pencarian besar-besaran ini resmi digelar setelah pihak berwenang menerima laporan resmi mengenai kondisi membahayakan manusia tersebut. Medan hutan yang sangat lebat serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh para personel penyelamat di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap, M. Abdullah, mengonfirmasi bahwa hilangnya korban bermula pada Minggu, 28 Juni 2026. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kakek Naruh keluar dari rumahnya di wilayah RT 15 RW 03 Desa Wanatirta sekitar pukul 17.00 WIB tanpa berpamitan kepada siapa pun.
Pihak keluarga awalnya menduga korban hanya pergi ke area kebun atau bantaran sungai yang terletak tepat di belakang rumah. Kebiasaan sehari-hari pria lanjut usia tersebut memang sering kali menuju ke lokasi-lokasi itu untuk membuang sampah ataupun sekadar menengok tanaman miliknya.
Namun, kecemasan mulai melanda pihak keluarga ketika malam kian larut dan Naruh tak kunjung menginjakkan kaki di rumah. Upaya pencarian mandiri pun segera dilakukan malam itu juga oleh pihak keluarga dengan dibantu tetangga sekitar, tetapi hasilnya nihil.
Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, warga kemudian berkoordinasi dengan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Wanatirta. Puluhan pemuda dan relawan lokal langsung menyisir titik-titik yang biasa dikunjungi korban, namun tanda-tanda keberadaannya tetap tidak ditemukan.
Sadar akan keterbatasan peralatan dan personel, perangkat desa setempat memutuskan untuk meneruskan informasi kehilangan ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes. Laporan tersebut juga ditembuskan secara cepat kepada Unit Siaga SAR Brebes guna meminta bantuan darurat.
Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, langsung mengambil tindakan cepat pada Senin pagi, 29 Juni 2026. Tepat pukul 07.20 WIB, ia memerintahkan satu tim rescuer dari Unit Siaga SAR Brebes untuk bergerak menuju lokasi kejadian.
Tim penyelamat yang dikirim dibekali dengan berbagai peralatan mutakhir guna menunjang efektivitas operasi di dalam hutan. Peralatan tersebut meliputi alat navigasi darat, peralatan mountaineering untuk medan curam, perlengkapan medis darurat, serta sistem komunikasi radio.
Personel SAR mendarat di lokasi kejadian pada pukul 09.35 WIB dan langsung menggelar koordinasi kilat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat langsung melakukan proses asesmen lapangan guna memetakan jalur pencarian.
Komandan Tim Lapangan Unit Siaga SAR Brebes, Syaeful Anwar, menyatakan bahwa fokus penyisiran hari pertama difokuskan pada radius terdekat dari titik terakhir korban terlihat. Kendati demikian, pencarian hari pertama terpaksa dihentikan sementara karena belum membuahkan hasil signifikan.
Syaeful Anwar membeberkan bahwa rapatnya vegetasi hutan serta cuaca ekstrem yang tidak menentu di wilayah Paguyangan menjadi hambatan terbesar bagi tim. Operasi pencarian kini resmi dilanjutkan memasuki hari kedua dengan memperluas radius penyisiran, sembari berharap kakek Naruh dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Seorang lansia bernama Naruh (78) hilang di Hutan Desa Wanatirta, Brebes. Tim SAR Cilacap dikerahkan menyisir vegetasi rapat.