ABK KM Cakra Mandiri GT 30 Tewas Terjatuh di Perairan Karang Bolong, Basarnas Cilacap Evakuasi Jenazah Korban

Senin, 15 Juni 2026 | 11:24 WIB
SAR gabungan merapat ke KM Cakra Mandiri untuk mengevakuasi pelaut yang meninggal saat pelayaran
SAR gabungan merapat ke KM Cakra Mandiri untuk mengevakuasi pelaut yang meninggal saat pelayaran (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) KM Cakra Mandiri GT 30 bernama Feri Oktavianto (38) yang meninggal dunia setelah terjatuh ke laut di kawasan Perairan Pantai Karang Bolong, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15/6) pagi.

Peristiwa tragis ini langsung memicu respons cepat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap setelah menerima laporan resmi serta permintaan bantuan darurat dari pihak kapal niaga tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat kapal pencari ikan berbobot besar itu tengah memancing ikan di sekitar perairan selatan Jawa Tengah.

Korban yang tercatat sebagai warga Mulyo Harjo RT 02 RW 08, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang tersebut dilaporkan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terpeleset dan langsung jatuh ke dalam gulungan ombak laut selatan yang terkenal memiliki karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Maryadi, menjelaskan bahwa begitu menerima informasi kecelakaan kerja di atas kapal tersebut, pihaknya segera mengonsolidasikan personel jajaran guna meluncur ke titik koordinat kejadian.

Operasi penyelamatan dan evakuasi ini melibatkan sinergi berbagai unsur, termasuk jajaran pangkalan TNI AL, Satpolair Polres Cilacap, serta kelompok nelayan serta relawan pemandu keselamatan laut setempat.

Personel penolong langsung bertolak dari pangkalan laut Pelabuhan Sleko menuju kawasan Perairan Pantai Karang Bolong dengan mengerahkan perahu karet berlunas keras Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.

Kondisi cuaca dan gelombang laut di sekitar lokasi evakuasi pada Senin pagi terpantau cukup dinamis, namun tidak menyurutkan pergerakan armada RIB taktis untuk segera merapat ke lambung kapal nelayan.

Tepat pada pukul 06.20 WIB, tim penyelamat berhasil menjangkau posisi KM Cakra Mandiri GT 30 dan langsung memindahkan jenazah korban dari atas kapal ke dalam kompartemen evakuasi armada RIB.

Usai proses pemindahan yang berjalan dramatis di tengah alun laut, personel SAR langsung memacu Rigid Inflatable Boat kembali menuju daratan dan bersandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC).

Aparat penegak hukum beserta tim medis yang sudah bersiaga di area dermaga PPSC segera melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik luar jenazah pria asal Pemalang tersebut.

Guna keperluan penanganan medis lebih lanjut, termasuk proses autopsi dan pemulasaraan jenazah secara resmi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap menggunakan mobil ambulans.

Pihak berwenang juga tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak keluarga korban yang berada di Kabupaten Pemalang guna pengurusan pemulangan jenazah menuju rumah duka.

Maryadi menegaskan bahwa dengan keberhasilan evakuasi korban dari tengah laut ini, maka seluruh rangkaian operasi kedaruratan yang digelar oleh tim gabungan resmi ditutup dan dinyatakan berakhir.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi tertinggi serta ucapan terima kasih kepada seluruh unsur kesatuan, instansi vertikal, maupun elemen masyarakat yang telah bahu-membahu menyukseskan misi kemanusiaan ini.

 

Tim SAR gabungan mengevakuasi ABK KM Cakra Mandiri GT 30 yang tewas usai jatuh di laut Pantai Karang Bolong Cilacap.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories