Nahkoda Asal Cilacap Meninggal di Tengah Laut Pacitan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah di Perairan Karangbolong

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:24 WIB
Rescuer Basarnas merapat dengan perahu karet ke Kapal Mina Karunia Abadi untuk mengevakuasi jenazah kapten kapal tersebut
Rescuer Basarnas merapat dengan perahu karet ke Kapal Mina Karunia Abadi untuk mengevakuasi jenazah kapten kapal tersebut (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Tim SAR Gabungan menggevakuasi jenazah seorang nahkoda Kapal Mina Karunia Abadi yang meninggal dunia saat sedang berlayar di Perairan Pacitan, Jawa Timur. Proses pemindahan jasad korban berlangsung dramatis di tengah laut, tepatnya di titik pertemuan Perairan Karangbolong, Cilacap, pada Sabtu (13/6/2026) pagi.

Peristiwa pilu di atas kapal pencari ikan ini langsung direspons cepat oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap. Begitu menerima laporan resmi, otoritas keselamatan laut tersebut langsung menggelar operasi Medical Evacuation (Medevac) guna membawa korban kembali ke daratan.

Identitas nahkoda yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Sarno (57), seorang warga Kelurahan Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Berdasarkan data medis awal dan laporan kru kapal, korban mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan penyakit batu empedu.

Kronologi kejadian bermula ketika Kapal Mina Karunia Abadi sedang melintasi kawasan Perairan Pacitan pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban tiba-tiba mengalami masa kritis akibat penyakit yang dideritanya hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di atas kapal yang sedang berlayar.

Informasi mengenai kematian nahkoda ini baru sampai ke daratan pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 05.40 WIB. Laporan krusial tersebut diteruskan oleh Rebo Sanjaya selaku perwakilan TPKL kepada pihak Kantor SAR Cilacap untuk meminta bantuan penjemputan jasad korban.

Merespons panggilan darurat tersebut, Kantor SAR Cilacap bertindak taktis dengan menerjunkan satu tim rescue bersenjata lengkap. Tim penyelamat tersebut langsung meluncur ke Dermaga Pelabuhan Sleko untuk memimpin langsung jalannya proses evakuasi di laut lepas.

Menggunakan armada cepat, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mencapai titik pertemuan di Perairan Karangbolong pada pukul 06.12 WIB. Tanpa membuang waktu, petugas langsung memindahkan jenazah Sarno dari dek Kapal Mina Karunia Abadi ke atas Rigid Inflatable Boat (RIB) 06 milik Basarnas.

Perjalanan membawa jasad korban dari tengah laut menuju daratan memakan waktu sekitar 16 menit. Jasad nahkoda malang tersebut akhirnya tiba dengan selamat di Dermaga PPSC Cilacap tepat pada pukul 06.28 WIB, disambut oleh keluarga dan petugas medis yang sudah bersiaga.

Setibanya di dermaga pelabuhan, petugas langsung memindahkan korban ke dalam mobil ambulans. Jenazah Sarno kemudian dilarikan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk menjalani proses visum serta penanganan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Keberhasilan operasi kemanusiaan ini tidak lepas dari solidnya koordinasi antarinstansi di lapangan. Operasi evakuasi tersebut melibatkan personel dari Kantor SAR Cilacap, Lanal Cilacap, Polairud Cilacap, TPKL, SAR Arnavat, serta dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat nelayan setempat.

"Proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar di lapangan. Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan untuk penanganan lebih lanjut ke rumah sakit, operasi SAR dinyatakan selesai," ujar perwakilan Kantor SAR Cilacap, Bima Kalih Kahar.

Beruntung, faktor alam sangat mendukung jalannya pemindahan jasad di zona perairan selatan Jawa tersebut. Selama pelaksanaan operasi Medevac berlangsung, kondisi cuaca di wilayah perairan Cilacap terpantau sangat cerah dengan ombak yang relatif bersahabat bagi kapal penyelamat.

Dengan tuntasnya seluruh tahapan pemindahan dan penyerahan jenazah kepada tim medis, operasi SAR resmi ditutup pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB. Pihak Basarnas Cilacap pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur penolong yang terlibat dalam misi ini.

 

Nahkoda Kapal Mina Karunia Abadi meninggal akibat batu empedu di laut Pacitan. Basarnas Cilacap evakuasi jenazah di Karangbolong.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories