RIWARA.id – Pemerintah Kota Surakarta bergerak cepat merealisasikan kerja sama sister city dengan Pemerintah Kota Xi’an, Republik Rakyat Tiongkok. Langkah taktis ini diambil guna membuka keran investasi baru serta memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk UMKM lokal Solo di kancah internasional.
Akselerasi hubungan bilateral ini ditandai dengan digelarnya Forum Business Matching antara Pemkot Surakarta dan delegasi Kota Xi’an di Bale Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Jumat (12/6/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting setelah DPRD Kota Surakarta resmi mengetok palu persetujuan kerja sama pada 6 Mei 2026 lalu.
Forum strategis tersebut mempertemukan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, serta mitra potensial dari kedua kota. Fokus pembahasan diarahkan pada sektor-sektor produktif, mulai dari pariwisata, kebudayaan, kesehatan, hingga perdagangan, investasi, konstruksi, dan infrastruktur.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan bahwa forum bisnis ini merupakan buah dari komitmen panjang untuk memperkuat hubungan Surakarta–Xi’an. Sejak awal masa kepemimpinannya, Respati memang gencar mendorong kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Jejak langkah kerja sama ini sejatinya telah diinisiasi sejak Juni 2025 melalui kunjungan kerja Respati ke Tiongkok. Dalam lawatan tersebut, sejumlah agenda krusial mulai dijajaki, meliputi sektor kebudayaan, pendidikan, lingkungan hidup, sistem pengolahan sampah, hingga penguatan ekonomi makro.
Tidak sekadar berkunjung, Respati saat itu juga secara khusus menemui Xi’an Shenglu Entrepreneurs Association. Pertemuan tersebut sukses membuka ruang fasilitas bagi para lulusan UMKM Center Surakarta agar mendapatkan akses karpet merah menuju pasar Tiongkok.
Pasca-mengantongi restu dari legislatif bulan lalu, Pemkot Surakarta enggan menunda waktu untuk mengeksekusi rencana kerja sama ini. Kehadiran langsung delegasi dari Provinsi Shaanxi bagian tengah Tiongkok tersebut menjadi bukti konkret bahwa kesepakatan di atas kertas mulai bertransformasi menjadi program riil.
"Kami bersyukur Kota Solo semakin menarik bagi mitra internasional, investor, maupun wisatawan asing. Kehadiran delegasi Xi’an dan pelaksanaan forum business matching ini menunjukkan bahwa kerja sama sister city mulai bergerak menuju hasil yang nyata," ujar Respati Ardi di sela-sela acara.
Respati secara tegas menyatakan bahwa hubungan internasional yang dibangun oleh Pemkot Surakarta tidak boleh terjebak pada formalitas belaka. Ia menolak keras jika kerja sama ini hanya berakhir sebagai dokumen seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Baginya, esensi utama dari sister city adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendatangkan modal asing melalui investasi, dan mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara. Selain itu, sektor hilir seperti produk lokal harus mampu menembus pasar global secara berkelanjutan.
“Setelah mendapat persetujuan DPRD, kami langsung bergerak cepat melakukan tindak lanjut. Kerja sama ini harus memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat, pelaku usaha, UMKM, tenaga kerja, dan generasi muda Kota Solo,” tutur Wali Kota Solo tersebut secara lugas.
Respati optimis target tersebut dapat dicapai dalam waktu dekat mengingat adanya kesesuaian potret bisnis antara kedua kota. Solo memiliki keunggulan kompetitif di sektor budaya, ekonomi kreatif, dan wellness tourism yang dinilai sangat klop jika dikolaborasikan dengan teknologi serta jaringan usaha raksasa dari Xi’an.
Ke depan, Pemkot Surakarta berkomitmen untuk mengawal ketat seluruh komitmen yang lahir dari forum bisnis ini. Koordinasi lintas sektor bersama perangkat daerah dan pelaku usaha lokal akan terus ditingkatkan demi memastikan seluruh investasi berjalan sesuai regulasi dan berpihak pada kesejahteraan warga Solo.(*)
Pemkot Solo gerak cepat realisasikan sister city dengan Xi'an, Tiongkok. Wali Kota Respati Ardi bidik investasi & perluas pasar UMKM lokal.