Pakubuwono XIV Pimpin Grebeg Besar Perdana dari Bangsal Maligi, Ribuan Warga Padati Karaton Surakarta

Jumat, 29 Mei 2026 | 00:48 WIB
Pakubuwono XIV memimpin prosesi sakral Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta sebelum kirab gunungan menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta
Pakubuwono XIV memimpin prosesi sakral Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta sebelum kirab gunungan menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

SOLO, Riwara.id — Sinuhun Pakubuwono XIV memimpin langsung Hajad Dalem Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta, Kamis (28/5/2026), dalam prosesi budaya sakral yang dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Momentum tersebut menjadi sangat bersejarah karena merupakan Grebeg Besar pertama sejak Pakubuwono XIV yang dulunya bernama KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Raja Karaton Surakarta pada 13 November 2025 lalu.

Sejak pagi hari, kawasan Karaton Surakarta hingga Masjid Agung Kagungan Dalem dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung tradisi budaya Jawa yang telah berlangsung turun-temurun sejak masa Pakubuwono XII.

Dalam suasana khidmat, Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi tampak memimpin prosesi dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta. Sementara itu, para abdi dalem dan prajurit Karaton berbaris rapi di pelataran kawasan dalam Karaton Surakarta menghadap Sinuhun untuk menerima dawuh dalem sebelum kirab dimulai.

Setelah menerima dawuh dalem Sinuhun, kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri bergerak keluar dari kawasan dalam Karaton Surakarta melewati Sitihinggil Lor, Pagelaran, menuju Alun-alun Utara hingga berakhir di Masjid Gede Surakarta yang saat ini lebih dikenal sebagai Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta.

Sepanjang perjalanan kirab, ribuan masyarakat tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan prosesi budaya sakral yang menjadi simbol rasa syukur dan sedekah Karaton kepada masyarakat.

Visual kirab prajurit dengan busana adat Jawa menghadirkan suasana budaya yang kuat dan megah. Barisan prajurit atau bregada tampil mengenakan beskap, jarik batik, blangkon, hingga membawa tombak dan senjata adat sebagai simbol kewibawaan pengawal Karaton Surakarta Hadiningrat.

Prosesi Grebeg Besar tahun ini menghadirkan dua gunungan utama yakni Gunungan Jaler dan Gunungan Estri.

Gunungan Jaler berbentuk meruncing dan berisi hasil bumi seperti cabai, kacang panjang, dan terong sebagai simbol kesuburan dan sumber kehidupan. Sedangkan Gunungan Estri berisi rengginan dan aneka olahan ketan matang sebagai simbol kelimpahan dan kesejahteraan.

Dalam hitungan menit setelah didoakan di Masjid Agung Kagungan Dalem, kedua gunungan langsung habis diperebutkan masyarakat dalam tradisi ngalap berkah.

Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan Grebeg Besar bukan sekadar tradisi budaya tahunan, tetapi juga wujud pengabdian dan rasa syukur Karaton kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Yang paling penting kami memohon doa restu seluruh masyarakat agar Karaton Surakarta tetap lestari dan dapat kembali kepada wibawanya,” ujarnya.

Selain prosesi budaya, Karaton Surakarta juga membagikan empat ekor sapi kurban kepada abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dalam momentum Hari Raya Iduladha 2026.

Usai prosesi Grebeg Besar, para abdi dalem kembali menuju kawasan Pagelaran Karaton Surakarta untuk mengikuti layanan cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Surakarta bekerja sama dengan Puskesmas Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon dan Puskesmas Jayengan Kecamatan Serengan.

Momen tersebut semakin menarik ketika Pakubuwono XIV Hangabehi tampak duduk berbaur bersama abdi dalem dan masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan, memperlihatkan sisi humanis dan kedekatan seorang raja dengan rakyatnya.

Tradisi Grebeg Besar 2026 menjadi simbol bahwa Karaton Surakarta Hadiningrat tetap hidup sebagai pusat budaya Jawa yang terus lestari di tengah perkembangan zaman modern.*

 

Pakubuwono XIV memimpin Grebeg Besar perdana dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta dalam prosesi budaya sakral yang dipadati ribuan warga.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories