SOLO, Riwara.id — Karaton Surakarta Hadiningrat kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya Jawa melalui pelaksanaan Hajad Dalem Grebeg Besar Iduladha 2026 yang berlangsung khidmat dan dipadati ribuan masyarakat, Kamis (28/5/2026).
Tradisi sakral yang dipimpin langsung oleh Pakubuwono XIV Hangabehi tersebut menjadi bukti bahwa Karaton Surakarta tetap hidup sebagai pusat budaya Jawa di tengah perkembangan zaman modern.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah memadati kawasan Karaton Surakarta hingga Masjid Agung Kagungan Dalem untuk menyaksikan prosesi budaya yang telah berlangsung turun-temurun.
Prosesi Grebeg Besar dimulai dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta dengan keluarnya Gunungan Jaler dan Gunungan Estri yang diiringi prajurit Karaton, sentana dalem, dan abdi dalem dengan busana adat lengkap.
Kirab kemudian bergerak melewati Sitihinggil Lor, Pagelaran, Alun-alun Utara, hingga menuju Masjid Agung Surakarta sebelum gunungan diparingkan kepada masyarakat sebagai simbol rasa syukur dan sedekah Karaton kepada rakyat.
Kehadiran ribuan warga, termasuk generasi muda yang memadati jalur kirab, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tradisi budaya Jawa yang masih terjaga hingga saat ini.
Tak sedikit anak muda mengabadikan prosesi Grebeg Besar menggunakan telepon genggam dan membagikannya di media sosial. Visual kirab prajurit, gunungan, dan suasana sakral Karaton menjadi daya tarik kuat di era digital.
Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan Grebeg Besar bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian penting dari pelestarian budaya dan identitas Jawa.
“Yang paling penting kami memohon doa restu seluruh masyarakat agar Karaton Surakarta tetap lestari dan dapat kembali kepada wibawanya,” ujarnya.
Menurut Gusti Moeng, pelaksanaan Grebeg Besar pada Bakda kedua atau hari kedua setelah Iduladha telah berlangsung sejak masa Pakubuwono XII sebagai bentuk penghormatan kepada sentana dalem dan abdi dalem agar dapat merayakan Iduladha hari pertama bersama keluarga masing-masing.
Selain prosesi budaya, Karaton Surakarta tahun ini juga membagikan empat ekor sapi kurban kepada abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat serta menggelar layanan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Karaton Surakarta tidak hanya menjaga tradisi budaya, tetapi juga terus hadir di tengah masyarakat melalui nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
Momentum Grebeg Besar 2026 sekaligus menjadi simbol bahwa budaya Jawa tetap memiliki tempat kuat di tengah modernisasi, sekaligus memperlihatkan peran Karaton Surakarta sebagai penjaga warisan leluhur yang terus hidup lintas generasi.*
Karaton Surakarta menegaskan tradisi Grebeg Besar tetap lestari di era modern melalui kirab budaya sakral yang dipadati ribuan warga.