Pakubuwono XIV Pimpin Grebeg Besar Perdana, Era Baru Karaton Surakarta Dimulai

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:30 WIB
Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin langsung prosesi Grebeg Besar Iduladha 2026 Karaton Surakarta Hadiningrat yang dipadati ribuan masyarakat
Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin langsung prosesi Grebeg Besar Iduladha 2026 Karaton Surakarta Hadiningrat yang dipadati ribuan masyarakat (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

SOLO, Riwara.id — Pakubuwono XIV memimpin langsung Hajad Dalem Grebeg Besar Iduladha 2026 di Karaton Surakarta Hadiningrat, Kamis (28/5/2026), dalam prosesi budaya sakral yang dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah.

Momentum ini menjadi sangat bersejarah karena merupakan Grebeg Besar pertama sejak KGPH Hangabehi dinobatkan sebagai Raja Karaton Surakarta  dengan sesebutan Pakubuwono XIV pada 13 November 2025 lalu.

Sejak pagi hari, kawasan Karaton Surakarta hingga Masjid Agung Kagungan Dalem dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung prosesi budaya Jawa yang telah berlangsung turun-temurun sejak masa Pakubuwono XII.

Prosesi Grebeg Besar dimulai dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta dengan keluarnya Gunungan Jaler dan Gunungan Estri yang diiringi prajurit Karaton, sentana dalem, serta abdi dalem dengan pakaian adat lengkap.

Dalam suasana khidmat, Pakubuwono XIV melepas langsung kirab gunungan menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta sebagai simbol sedekah Karaton kepada masyarakat.

Kehadiran masyarakat yang memadati kawasan Grebeg Besar disebut menjadi simbol kuat dukungan budaya dan legitimasi adat terhadap keberlangsungan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan Grebeg Besar bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk pengabdian budaya yang harus terus dijaga.

“Yang paling penting kami memohon doa restu seluruh masyarakat agar Karaton Surakarta tetap lestari dan dapat kembali kepada wibawanya,” ujarnya.

Menurut Gusti Moeng, pelaksanaan Grebeg Besar pada Bakda kedua atau hari kedua setelah Iduladha telah berlangsung sejak masa Pakubuwono XII agar sentana dalem dan abdi dalem tetap dapat berkumpul bersama keluarga pada hari pertama Iduladha.

Selain prosesi budaya, Karaton Surakarta juga membagikan empat ekor sapi kurban kepada abdi dalem, sentana dalem, dan sebagian masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial di Hari Raya Iduladha 2026.

Setelah prosesi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan gratis di Pagelaran Karaton Surakarta yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Puskesmas Gajahan Kecamatan Pasar Kliwon, dan Puskesmas Jayengan Kecamatan Serengan.

Menariknya, Pakubuwono XIV turut mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut sebagai bentuk teladan kepada masyarakat dan abdi dalem agar terus menjaga kesehatan dan semangat gotong royong.

Tradisi Grebeg Besar tahun ini menjadi penanda bahwa Karaton Surakarta Hadiningrat tetap hidup, lestari, dan terus menjadi pusat budaya Jawa di tengah perkembangan zaman modern.*

 

Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin Grebeg Besar perdana sejak penobatan sebagai Raja Karaton Surakarta yang dipadati ribuan warga.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories