Warga Solo Bersiap! Grebeg Besar Karaton Surakarta Digelar Hari Ini, Ribuan Orang Diprediksi Padati Kawasan Keraton

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:57 WIB
Gunungan Jaler direbutkan Warga dalam prosesi sakral Grebeg Besar Iduladha 2026 Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai simbol rasa syukur kesuburan dan sedekah Karaton kepada masyarakat
Gunungan Jaler direbutkan Warga dalam prosesi sakral Grebeg Besar Iduladha 2026 Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai simbol rasa syukur kesuburan dan sedekah Karaton kepada masyarakat (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

SURAKARTA, RIWARA.id – Tradisi sakral Grebeg Besar Iduladha 2026 Karaton Surakarta Hadiningrat akan digelar hari ini, Kamis Kliwon, 28 Mei 2026. Ribuan warga diprediksi memadati kawasan Karaton Surakarta hingga Masjid Agung Solo untuk menyaksikan salah satu tradisi budaya paling ikonik di Kota Bengawan tersebut.

Prosesi budaya adiluhung yang diselenggarakan oleh Pakubuwono XIV itu akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan kirab sepasang Gunungan Jaler dan Gunungan Estri yang sarat makna filosofi Jawa.

Tradisi Grebeg Besar menjadi momen yang selalu dinanti masyarakat karena menghadirkan suasana religius, budaya, sekaligus ritual ngalap berkah dari gunungan yang diperebutkan warga setelah didoakan.

Gunungan Jaler berbentuk runcing b erisi hasil bumi seperti cabai, kacang panjang, dan terong sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Sementara Gunungan Estri berbentuk tumpul dengan isian rengginan berbahan ketan sebagai simbol kelimpahan pangan dan kesejahteraan.

Setelah dikirab menuju Masjid Agung Surakarta dan didoakan, kedua gunungan tersebut akan diperebutkan masyarakat yang percaya isi gunungan membawa berkah dan keselamatan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa proses pembuatan gunungan membutuhkan waktu cukup panjang dan dilakukan secara turun-temurun oleh abdi dalem Karaton.

Pembuatan rengginan untuk Gunungan Estri bahkan memerlukan ketelitian khusus agar menghasilkan tekstur yang pas, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras.

Prosesnya dimulai dari memasak ketan menggunakan dandang, pencetakan, penjemuran selama empat hingga lima hari, penggorengan hingga proses peroncean untuk membentuk susunan gunungan.

GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng sebelumnya menjelaskan bahwa Grebeg Besar merupakan tradisi sakral Karaton dalam memperingati Hari Raya Iduladha yang telah berlangsung turun-temurun.

Menurutnya, sejak masa Pakubuwono XII, pelaksanaan Grebeg Besar dilakukan pada Bakda kedua atau hari kedua setelah Iduladha menurut penetapan pemerintah agar sentana dalem dan abdi dalem tetap dapat merayakan Iduladha hari pertama bersama keluarga masing-masing.

“Tetap menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian kepada Karaton serta masyarakat,” ujar Gusti Moeng.

Menariknya, tahun ini masyarakat juga dapat mengikuti layanan cek kesehatan gratis di kawasan Pagela ran Karaton Surakarta mulai pukul 08.30 WIB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

Layanan tersebut terbuka untuk bayi, balita, anak sekolah, dewasa hingga lansia hanya dengan membawa KTP sebagai syarat pendaftaran.

Karaton Surakarta Hadiningrat mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan langsung perjalanan sejarah dan budaya Jawa yang tetap lestari hingga saat ini.*

 

 

Grebeg Besar Karaton Surakarta 2026 digelar hari ini dengan kirab gunungan sakral dan cek kesehatan gratis yang diprediksi dipadati ribuan warga.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories