RIWARA.id – Jupiter Aerobatic Team (JAT) milik TNI Angkatan Udara resmi bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta, untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Royal Brunei Armed Force (RBAF). Keberangkatan tim aerobatik kebanggaan Indonesia ini dilepas langsung oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau, Marsma TNI Sapuan, pada Senin (26/5/2026).
Kehadiran JAT dalam ajang internasional ini bukan sekadar unjuk gigi kemampuan manuver udara. Lebih dari itu, misi penerbangan ini menjadi simbol kuat eratnya hubungan bilateral serta kerja sama pertahanan yang harmonis antara Indonesia dan Brunei Darussalam.
Pihak TNI AU memastikan bahwa persiapan tim telah matang, baik dari sisi fisik penerbang maupun performa alutsista yang dibawa. Kehadiran mereka di langit Brunei diharapkan mampu memukau ribuan pasang mata yang hadir dalam perayaan militer tersebut.
Untuk mencapai Brunei Darussalam, tim udara ini harus menempuh rute penerbangan yang cukup panjang. Rute domestik dilakukan secara bertahap demi menjaga kondisi pesawat dan kesiapan kru tetap prima selama perjalanan.
Titik transit pertam a dimulai dari Lanud Muljono di Surabaya, Jawa Timur. Setelah melakukan pengisian bahan bakar dan pengecekan teknis, rombongan melanjutkan penerbangan menuju Kalimantan.
Di pulau Kalimantan, Jupiter Aerobatic Team dijadwalkan singgah di beberapa pangkalan udara strategis. Pangkalan tersebut meliputi Lanud Sjamsudin Noor di Banjarmasin, Lanud Dhomber di Balikpapan, hingga titik terakhir di Lanud Anang Busra, Tarakan.
Penerbangan beranting ini menjadi bagian dari strategi navigasi untuk memastikan ketujuh pesawat mendarat di Brunei dalam kondisi siap tempur untuk atraksi. Pengkondisian rute yang matang ini membuktikan profesionalisme tinggi dari para penerbang TNI AU.
Puncak acara peringatan HUT ke-65 RBAF sendiri bakal berlangsung pada tanggal 31 Mei 2026 mendatang. Dalam perhelatan akbar tersebut, JAT tidak main-main dengan mengerahkan tujuh unit pesawat KT-1B Wong Bee.
Pesawat latih berkelir merah-putih tersebut bakal menampilkan serangkaian atraksi udara ekstrem dan presisi tinggi. Berbagai manuver khas JAT yang kerap mengundang decak kagum penonton internasional kini siap disuguhkan di hadapan publik Brunei.
Misi diplomasi udara yang prestisius ini dipimpin langsung oleh Kolonel Pnb Mochammad Yu nus, yang bertindak sebagai Mission Commander. Di bawah arahannya, ketajaman formasi udara dipercayakan kepada para penerbang tempur terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Komando formasi di udara dipegang oleh Letkol Pnb Ari Nugroho Widodo yang mengawaki posisi Jupiter 1 sekaligus sebagai Flight Leader. Ia bertugas memimpin arah dan menjaga ritme gerakan seluruh pesawat selama atraksi berlangsung.
Posisi sayap kanan atau Jupiter 2/Right Wing diisi oleh Mayor Pnb Agyd Hertantya, sedangkan posisi sayap kiri atau Jupiter 3/Left Wing dikawal oleh Mayor Pnb I Gede Ngurah S.W. Kombinasi keduanya krusial untuk menjaga keseimbangan visual formasi.
Tepat di posisi tengah belakang, ada Mayor Pnb I Putu Satrya Kedaton yang mengemban tugas sebagai Jupiter 4/Slot. Posisi ini menuntut konsentrasi tingkat tinggi karena berada di ruang sempit di antara pesawat lainnya.
Adapun manuver-manuver ekstrem yang menegangkan bakal disajikan oleh Letkol Pnb Pujo Setyo Anggoro selaku Jupiter 5/Lead Synchro dan Mayor Pnb Stefanus Adi P. sebagai Jupiter 6/Synchro. Kedua penerbang ini yang kerap melakukan aksi saling berpapasan dalam jarak dekat.
Melengkapi kehebatan tim di udara, Mayor Pnb Wira Satria D.H. bertindak sebagai Jupiter 7/Narrator. Ia bertugas memandu jalannya atraksi dari darat, menjelaskan setiap detail manuver kepada para penonton dan tamu kehormatan di Brunei kelak. (*)
Jupiter Aerobatic Team TNI AU bertolak ke Brunei Darussalam membawa 7 pesawat KT-1B Wong Bee untuk unjuk gigi di HUT ke-65 RBAF.