JAKARTA, RIWARA.id — Roy Yamin menegaskan bahwa gelaran Family Gathering 2026 yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia atau IKPNI bukan sekadar acara temu keluarga, tetapi menjadi ruang penting menjaga ikatan emosional, nilai perjuangan, dan semangat kebangsaan lintas generasi keluarga besar Pahlawan Nasional Indonesia.
Menurut Roy Yamin, tema “Merajut Tali Kasih, Merenda Kenangan Abadi” dipilih karena memiliki makna mendalam tentang pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Acara ini bukan hanya silaturahmi biasa, tetapi ruang untuk memperkuat rasa kekeluargaan, menjaga warisan perjuangan, serta mempertemukan generasi muda dengan nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan para pendiri bangsa,” ujar Roy Yamin dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, Family Gathering IKPNI 2026 mempertemukan berbagai keluarga keturunan Pahlawan Nasional Indonesia dari lintas generasi, mulai dari anak, cucu, hingga canggah para tokoh bangsa.
Dalam laporan panitia, Roy menyebut lebih dari 65 keluarga pahlawan nasional hadir dalam kegiatan tersebut, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 150 orang.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat menjaga nilai perjuangan dan persatuan bangsa masih hidup di tengah keluarga besar para pahlawan nasional.
“Kami melihat ada semangat yang sama, yaitu menjaga nilai keteladanan, nasionalisme, dan kepedulian sosial agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Roy Yamin menilai tantangan bangsa saat ini jauh berbeda dibanding masa perjuangan kemerdekaan dahulu. Jika dulu bangsa Indonesia menghadapi penjajahan fisik, kini tantangan datang dalam bentuk lunturnya persatuan, krisis keteladanan, disinformasi digital, hingga rendahnya kepedulian sosial.
Karena itu, ia menilai keluarga besar pahlawan nasional memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan meneruskan nilai perjuangan kepada generasi muda Indonesia.
“Kepahlawanan hari ini bukan hanya soal perang, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan, peduli terhadap sesama, menjaga lingkungan, serta tetap memiliki rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, IKPNI juga menghadirkan berbagai program kebudayaan dan sosial sebagai bagian dari penguatan nilai kebangsaan, termasuk pemutaran film pendek Jejak yang Tidak Pernah Hilang yang mengangkat kisah aksi kemanusiaan keluarga besar IKPNI di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Selain itu, untuk pertama kalinya diperkenalkan pula Tim Relawan IKPNI Peduli sebagai wadah kegiatan sosial dan kemanusiaan di bawah naungan IKPNI.
Roy Yamin berharap keberadaan tim tersebut dapat menjadi awal lahirnya gerakan sosial keluarga besar pahlawan nasional yang lebih aktif membantu masyarakat.
“Kami ingin nilai perjuangan para pahlawan tidak hanya dikenang dalam sejarah, tetapi benar-benar hadir dalam tindakan nyata dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Roy.
Tak hanya fokus pada kegiatan sosial, Family Gathering IKPNI 2026 juga memperkenalkan Tim Angklung IKPNI sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa dan upaya mengenalkan seni musik tradisional Indonesia kepada generasi muda.
Roy menilai budaya dan sejarah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam menjaga identitas bangsa Indonesia.
“Kami ingin generasi muda mengenal bahwa perjuangan bangsa tidak hanya diwariskan lewat cerita sejarah, tetapi juga melalui budaya, seni, dan nilai kebersamaan,” ujarnya.
Acara tersebut turut didukung Isnaeni Achdiyat melalui Orkestra Merah dan penampilan AMSB Band yang menghadirkan nuansa nasionalisme dan kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Melalui Family Gathering 2026, Roy Yamin berharap IKPNI dapat terus menjadi ruang pemersatu keluarga besar Pahlawan Nasional Indonesia sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa.*
Roy Yamin menyebut Family Gathering IKPNI 2026 menjadi ruang menjaga ikatan emosional keluarga besar Pahlawan Nasional Indonesia sekaligus memperkuat nilai perjuangan, nasionalisme, dan kepedulian sosial lintas generasi.