400 Kasus TBC Terdeteksi di Solo, DKK Surakarta Fokus Cegah Penularan Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:09 WIB
Petugas kesehatan dari Puskesmas Setabelan melayani warga dalam kegiatan tracing TBC terintegrasi program Cek Kesehatan Gratis CKG di Kelurahan Ketelan Kecamatan Banjarsari Surakarta Selasa 26 Mei 2026
Petugas kesehatan dari Puskesmas Setabelan melayani warga dalam kegiatan tracing TBC terintegrasi program Cek Kesehatan Gratis CKG di Kelurahan Ketelan Kecamatan Banjarsari Surakarta Selasa 26 Mei 2026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

SURAKARTA, RIWARA.id — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang digelar melalui Puskesmas Setabelan tersebut diikuti sekitar 50 warga Kelurahan Ketelan sebagai bagian dari upaya active case finding atau penemuan kasus aktif TBC, terutama terhadap kontak erat pasien yang telah terdiagnosis sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga menjalani rangkaian pemeriksaan mulai dari registrasi, pemeriksaan CKG, rontgen thorax, konsultasi dokter spesialis paru, pemberian obat, hingga pengambilan bantuan sembako dan transportasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, M.K.M., mengatakan tracing TBC menjadi langkah penting untuk mengetahui potensi penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Harapannya dengan tracing TBC ini, kita melakukan active case finding. Yang kita utamakan adalah kontak erat dari kasus TBC yang sudah ditemukan. Sehingga nanti diketahui apakah kontak erat ini juga tertular TBC atau tidak,” ujarnya kepada Riwara.id, Selasa (26/5/2026).

Menurut Retno, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang positif TBC, maka pengobatan dapat segera diberikan agar risiko penularan dapat ditekan lebih cepat.

Sementara itu, bagi warga yang dinyatakan negatif namun memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC, akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

“Kalau negatif hasilnya, nanti untuk kontak erat ini ada terapi pencegahan tuberkulosis supaya keluarganya tidak tertular,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Retno Erawati Wulandari MKM
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr Retno Erawati Wulandari MKM (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

DKK Surakarta mencatat hingga April 2026 terdapat sekitar 400 kasus TBC yang ditemukan melalui pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Surakarta. Angka tersebut juga mencakup pasien dari wilayah sekitar yang menjalani pemeriksaan di Solo.

“Kasus sampai bulan April itu sekitar 400 kasus. Ini juga termasuk dari wilayah lain yang periksa di Solo,” katanya.

Ia menilai integrasi tracing TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis menjadi langkah strategis karena program tersebut merupakan salah satu program prioritas nasional yang memberikan kesempatan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis satu kali setiap tahun.

Selain skrining TBC yang telah masuk dalam layanan CKG, kegiatan tersebut juga diperkuat dengan pemeriksaan rontgen thorax dan konsultasi langsung bersama dokter spesialis paru yang dihadirkan di lokasi.

“Setelah dilakukan rontgen, nanti akan konsultasi dengan dokter spesialis paru yang kami hadirkan di sini. Sehingga masyarakat bisa langsung berkonsultasi,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada TBC, pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut juga mencakup deteksi faktor risiko penyakit lain agar kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih dini sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Melalui integrasi program tracing TBC dan CKG ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap pengendalian TBC di Solo dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.*

 

DKK Surakarta mencatat 400 kasus TBC hingga April 2026 dan memperkuat tracing kontak erat melalui skrining, rontgen gratis, serta konsultasi dokter paru di Ketelan.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories