Trump dan Xi Jinping Akan Bahas Penjualan Senjata AS ke Taiwan di Beijing

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:50 WIB
Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat China dan Taiwan terkait penjualan senjata serta isu keamanan di kawasan Asia Timur
Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat China dan Taiwan terkait penjualan senjata serta isu keamanan di kawasan Asia Timur (Foto: Ilustrasi: AI Generated / Tim Redaksi Riwara.id)

 

RIWARA.id - Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas menjelang pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini. Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.

Trump mengungkapkan dirinya akan membicarakan langsung isu tersebut dengan Xi Jinping saat kunjungannya ke China pada 14-15 Mei 2026.

“Saya akan berdiskusi tentang hal itu dengan Presiden Xi,” kata Trump dalam acara di Gedung Putih, Senin (11/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan terkait kebijakan penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan, wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri tetapi diklaim China sebagai bagian dari teritorinya.

Trump mengatakan Xi Jinping sebenarnya tidak ingin Washington terus memasok persenjataan kepada Taiwan. Meski demikian, ia memastikan isu tersebut tetap akan menjadi bagian dari pembicaraan kedua pemimpin.

“Presiden Xi ingin agar kami tidak melakukannya dan saya akan membahas hal tersebut. Isu tersebut merupakan satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan dengan Xi,” ujar Trump.

Pertemuan Trump dan Xi Jadi Sorotan Dunia

Kunjungan Trump ke China dipandang sebagai momentum penting dalam hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir diwarnai ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga rivalitas militer di kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan di Beijing diperkirakan tidak hanya membahas Taiwan, tetapi juga isu perdagangan, keamanan regional, teknologi, hingga stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, pejabat China memberi sinyal bahwa Xi Jinping akan mendesak Trump untuk menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Beijing menilai langkah Washington tersebut sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri China.

China selama ini menegaskan Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut apabila diperlukan.

Amerika Tegaskan Kebijakan terhadap Taiwan Tidak Berubah

Meski tekanan dari Beijing terus meningkat, pejabat senior Amerika Serikat sebelumnya memastikan kebijakan Washington terhadap Taiwan tetap tidak berubah.

Amerika Serikat masih berpegang pada Taiwan Relations Act yang memungkinkan Washington membantu Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanan dirinya secara memadai.

Pada Desember 2025 lalu, Amerika Serikat bahkan menyetujui potensi penjualan senjata dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp191,9 triliun kepada Taiwan.

Paket penjualan senjata tersebut memicu reaksi keras dari China dan memperburuk hubungan kedua negara.

Analis menilai isu Taiwan masih menjadi titik paling sensitif dalam hubungan Washington-Beijing. Setiap langkah Amerika Serikat terkait dukungan militer kepada Taiwan hampir selalu memicu kecaman keras dari pemerintah China.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping pekan ini pun diperkirakan menjadi salah satu agenda diplomatik paling penting tahun 2026, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Asia Timur.*

 

Donald Trump dan Xi Jinping akan membahas penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan saat pertemuan kedua pemimpin di Beijing pekan ini.

Sources
Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories