RIWARA.id – Kasus overweight dan obesitas di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi kelebihan berat badan kini tidak lagi dipandang sekadar persoalan penampilan, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahkan mengingatkan bahwa obesitas dan overweight menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan yang digelar di Aula Siwabessy Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Apa Itu Overweight?
Overweight atau kelebihan berat badan adalah kondisi ketika seseorang memiliki penumpukan lemak tubuh berlebih akibat ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi.
Secara medis, overweight diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 25 hingga 29,9. Sementara jika IMT mencapai 30 atau lebih, kondisi tersebut sudah masuk kategori obesitas.
Meski terlihat ringan, overweight dapat menjadi pintu masuk berbagai gangguan kesehatan kronis apabila tidak segera ditangani.
Kasus Obesitas di Indonesia Terus Naik
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 23,4 persen orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang berada di level 21,3 persen.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masyarakat perlu mulai mengubah pola hidup untuk mencegah peningkatan kasus obesitas.
“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga,” ujar Menkes Budi.
Menurutnya, kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang diterapkan setiap individu.
Penyebab Overweight yang Paling Sering Terjadi
Kelebihan berat badan tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi overweight, mulai dari pola hidup hingga faktor genetik.
1. Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, makanan cepat saji, dan minuman manis menjadi penyebab utama kenaikan berat badan.
Kurangnya konsumsi serat dari buah dan sayuran juga membuat tubuh lebih cepat lapar dan memicu makan berlebihan.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau minim bergerak membuat pembakaran kalori tubuh menurun drastis.
Aktivitas seperti terlalu lama duduk, kurang olahraga, hingga ketergantungan pada kendaraan menjadi faktor risiko utama overweight di era modern.
3. Faktor Genetik
Sebagian orang memiliki kecenderungan genetik yang memengaruhi metabolisme dan penyimpanan lemak tubuh.
Namun, faktor genetik tetap bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat dan aktivitas fisik rutin.
4. Gangguan Hormonal dan Efek Obat
Kondisi medis tertentu seperti hipotiroidisme atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat memicu kenaikan berat badan.
Beberapa jenis obat seperti antidepresan dan kortikosteroid juga diketahui dapat meningkatkan risiko overweight.
Bahaya Overweight bagi Kesehatan
Overweight tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang mengancam jiwa.
Diabetes Tipe 2
Lemak tubuh berlebih menyebabkan resistensi insulin yang menjadi pemicu utama diabetes tipe 2.
Penyakit Jantung dan Stroke
Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol jahat, serta risiko penyumbatan pembuluh darah.
Sleep Apnea
Penumpukan lemak di area leher dapat mengganggu saluran napas saat tidur sehingga menyebabkan sleep apnea.
Osteoarthritis
Berat badan berlebih memberi tekanan besar pada sendi, terutama lutut dan pinggul, sehingga mempercepat kerusakan tulang rawan.
Menkes Dorong Gaya Hidup Sehat Jadi Tren
Menkes Budi Gunadi Sadikin menilai olahraga harus menjadi budaya baru di masyarakat untuk mencegah overweight dan obesitas.
“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” kata Menkes.
Selain itu, pemerintah juga mendorong edukasi nutrisi dan pelabelan gizi pada makanan agar masyarakat lebih mudah memilih produk yang sehat.
Denmark Soroti Obesitas Jadi Tantangan Global
Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen menyebut obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, obesitas dipengaruhi banyak faktor mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan.
“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Cara Efektif Mengatasi Overweight
Penanganan overweight memerlukan perubahan gaya hidup secara konsisten dan bertahap.
Berikut langkah yang dianjurkan:
- Mengurangi makanan tinggi gula dan lemak
- Memperbanyak konsumsi sayur dan buah
- Rutin olahraga minimal 150 menit per minggu
- Tidur cukup 7–9 jam per hari
- Mengelola stres dengan baik
- Memantau berat badan secara berkala
Jika mengalami kesulitan menurunkan berat badan atau memiliki gangguan kesehatan tertentu, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi.
Pencegahan Lebih Penting
Kemenkes berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya overweight dan obesitas dapat mendorong penerapan pola hidup sehat sejak dini.
Pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia di masa depan.*
Kasus overweight dan obesitas di Indonesia terus meningkat. Kemenkes RI mengingatkan bahaya kelebihan berat badan yang dapat memicu diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.