Bangkit dari Kubur, Pesawat Pengebom B-1B Lancer 'Apocalypse II' Kembali Perkuat Militer AS

Jumat, 08 Mei 2026 | 23:16 WIB
Pesawat pembom B-1B Lancer yang kini berganti sebutan menjadi Apocalypse II
Pesawat pembom B-1B Lancer yang kini berganti sebutan menjadi Apocalypse II (Foto: USAF/Courtney Landsberger))

 

RIWARA.id – Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) resmi mengaktifkan kembali pesawat pengebom strategis B-1B Lancer bernomor seri 86-0115 setelah sebelumnya sempat dipensiunkan ke "kuburan pesawat" (boneyard) di Arizona.

Pesawat yang kini berganti nama menjadi Apocalypse II tersebut mendarat di Pangkalan Udara Dyess, Texas, untuk bergabung dengan Sayap Bom ke-7 setelah menjalani proses regenerasi intensif selama hampir dua tahun.

Dikutip dari The War Zone, langkah mengejutkan ini diambil untuk memastikan jumlah armada B-1B tetap berada di angka 45 unit sesuai mandat hukum yang ditetapkan Kongres AS.

Apocalypse II menggantikan posisi pesawat bernomor seri 86-0126 yang diputuskan untuk tidak dilanjutkan perbaikannya karena biaya dan risiko teknis yang terlalu tinggi. 

Sebelumnya, pesawat ini disimpan dalam status Type 2000 di Davis-Monthan Air Force Base, sebuah kategori penyimpanan yang memungkinkan pesawat ditarik kembali sewaktu-waktu jika terjadi kerugian tempur atau kecelakaan.

Proses restorasi jet supersonik ber-sayap ayun ini melibatkan lebih dari 200 teknisi dan warga sipil di Oklahoma City Air Logistics Complex. Setidaknya terdapat 500 komponen yang diganti total, mencakup perombakan sistem hingga perbaikan struktural yang masif.

Sebelum dinyatakan layak tempur, pesawat ini menjalani serangkaian uji terbang fungsional dalam konfigurasi logam polos (bare-metal) di langit Oklahoma untuk memvalidasi performa sistem pasca-penyimpanan jangka panjang.

Kembalinya armada lama ini juga dipicu oleh perubahan rencana strategis Pentagon. Meskipun sebelumnya B-1B dijadwalkan pensiun pada 2030, kapasitas angkut senjatanya yang sangat besar membuat masa tugasnya diperpanjang hingga setidaknya tahun 2037.

Jet ini dipersiapkan untuk menjadi platform pengangkut rudal hipersonik masa depan, termasuk proyek Air-launched Rapid Response Weapon (ARRW) yang tengah dikembangkan.

Pemerintah AS dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar 342 juta dolar AS hingga tahun 2031 untuk modernisasi 44 unit B-1B yang tersisa. Investasi ini bertujuan menjaga relevansi dan daya gempur armada pengebom tersebut hingga pesawat penggantinya, B-21 Raider, siap beroperasi sepenuhnya. (*)

 

USAF aktifkan kembali pengebom B-1B Lancer "Apocalypse II" dari boneyard Arizona guna penuhi kuota armada 45 unit hingga tahun 2037.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories