Tiba di Indonesia, KRI Canopus-936 Mampu Petakan Laut Dalam hingga 11.000 Meter

Kamis, 07 Mei 2026 | 09:59 WIB
KRI Canopus 936 dibuat dengan bantuan Gemini AI
KRI Canopus 936 dibuat dengan bantuan Gemini AI

 

RIWARA.id – Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5) setelah menuntaskan misi pelayaran lintas benua dari Jerman.

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) jenis ocean going ini disambut khusus oleh sinergi unsur laut dan udara saat melintasi Selat Sunda, menandai era baru kekuatan riset bawah laut Indonesia.

Kapal penjelajah samudera ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam. Sebelum tiba di tanah air, KRI Canopus-936 sukses mengarungi ganasnya Samudra Atlantik Selatan sejak Maret 2026 dan melakukan persinggahan terakhir di Mauritius pada akhir April lalu.

Meski menempuh ribuan mil laut, seluruh sistem robotik dan perangkat sensor bawah laut dilaporkan tetap berfungsi presisi.

KRI Canopus-936 membawa teknologi mutakhir yang mampu memetakan dasar samudera hingga kedalaman 11.000 meter, setara dengan kedalaman Palung Mariana.

Kapal sepanjang 105 meter ini dilengkapi dengan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk inspeksi visual serta pengambilan sampel di laut dalam.

Dengan kemampuan endurance hingga 60 hari, kapal ini menjadi tumpuan utama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam menjaga kedaulatan data maritim nasional.

Kehadiran kapal ini didorong oleh kebutuhan strategis untuk kemandirian data hidro-oseanografi, pemutakhiran peta navigasi internasional, hingga penelitian potensi mineral di laut dalam.

Selain itu, kemampuan pemetaan struktur bawah laut yang akurat sangat krusial bagi Indonesia untuk mendeteksi potensi patahan penyebab gempa dan tsunami. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana nasional berbasis data yang tajam.

Proyek pembangunan yang memakan waktu 36 bulan ini juga mencakup proses alih teknologi melalui skema Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO). 

Teknisi dan tenaga ahli dalam negeri terlibat langsung dalam proses desain serta integrasi sistem sensor, yang secara otomatis meningkatkan kapasitas industri pertahanan maritim nasional. 

Investasi besar ini mencakup biaya pemeliharaan yang diperkirakan mencapai 5 juta Euro atau sekitar Rp101 miliar per tahun guna menjaga performa instrumen canggih di dalamnya.

 

KRI Canopus-936 resmi masuk perairan RI. Kapal riset tercanggih TNI AL ini mampu petakan laut dalam hingga 11.000 meter. Simak spesifikasinya.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories