Program Digitalisasi Bansos Capai 80 Persen, Ada 2 Kendala Utama Proses Digitalisasi, Kemensos Sarankan Langkah Ini

Kamis, 30 April 2026 | 19:18 WIB
Harga minyak goreng naik, kapan bansos BPNT tahap 2 mulai cair
Program digitalisasi bansos capai 80 persen (Foto: Windy Anggraina)

 

Riwara.id – Program digitalisasi bansos 2026 terus digaungkan bahkan diharapkan bisa segera direalisasikan. Tujuan program digitalisasi bansos adalah untuk meminimalisir kesalahan data penerima bansos yang saat ini masih sering terjadi.

Saat ini progres program digitalisasi bansos pemerintah sudah mencapai 80 persen. Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah bansos yang belum tepat sasaran.

"Ini menjadi bagian dari upaya kami menjawab persoalan data agar bansos benar-benar tepat sasaran," ujar Robben seperti dikutip Riwara.id dari laman Kemensos, Kamis, 30 April 2026.

Digitalisasi bansos masih menghadapi beberapa kendala, terutama di kualitas dan kelengkapan data. Robben mengatakan, pihaknya mengusulkan agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ikut terlibat dalam pengawasan dan audit sehingga proses pelaksanaan bisa lebih terjaga kualitasnya sejak awal.

"Kita ingin dari awal ini dikawal, supaya hasil akhirnya benar-benar clean dan bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Pemerintah mulai menyalurkan bansos untuk periode triwulan kedua sejak 10 April 2026. Penyaluran bansos akan dilakukan sampai Juni 2026 secara berkala.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status penerima dapat mengecek secara mandiri melalui layanan online sehingga tidak diperlukan proses yang melibatkan kegiatan prosedur secara langsung.

Kemensos menggunakan sistem desil untuk penyaluran bansos. Desil ditentukan berdasarkan kondisi perumahan, pekerjaan, pendidikan, dan kepemilikan aset. 

Desil bersifat dinamis dan akan menyesuaikan dengan kondisi terbaru sehingga masyarakat harus rutin menyesuaikan data terkait. Penyesuaian ini dapat dilakukan secara online melalui website resmi kemensos.

Simak cara cek bansos melalui website Kemensos:

Ketik situs resmi Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id 

Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai alamat yang ada di KTP 

Ketik nama lengkap sesuai KTP

Masukkan kode verifikasi (captcha) yang ada pada layar

Klik tombol “Cari Data” 

Cara Cek Bansos Melalui Aplikasi

Unduh aplikasi bernama Cek Bansos

Buka aplikasi lalu daftarkan akun Anda

Pilih program bantuan yang mau di cek: PKH atau BPNT

Isi data wilayah dan nama lengkap Anda sesuai dengan data KTP

Klik “Cari Data” lalu tunggu sampai data muncul

Jika nama Anda serta keterangan desil muncul pada data yang ditampilkan, berarti Anda resmi terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Penerima bansos harus cek secara berkala jadwal penyaluran bantuan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.***

Program digitalisasi bansos sudah capai 80 persen namun masih ada dua kendala dasar ini ketika proses pengumpulan data

Editor
Windy Anggraina -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories