Riwara.id – Salah satu manfaat dari digunakanya sistem data tunggal DTSEN adalah munculnya daftar penerima bansos baru yang memang lebih membutuhkan. Pembaharuan data terbaru sangat memungkinkan penerima bansos yang sebelumnya luput dari perhatian pemerintah akhirnya bisa terjaring menjadi penerima bansos karena adanya DTSEN.
Pada proses verifikasi data DTSEN bansos 2026 ini, Kementerian Sosial mencatat sekitar 25 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru sedang disiapkan masuk dalam daftar penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026 berdasarkan hasil pemutakhiran data terbaru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa penambahan tersebut merupakan bagian dari hasil pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume dua yang dilakukan tim BPS.
Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil atau perangkingan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebanyak 27.176 keluarga telah terklasifikasi melalui proses verifikasi lapangan.
Sebanyak 25.665 keluarga masuk dalam kelompok desil 1 - 4 dan berpotensi menjadi penerima bansos, sedangkan 1.511 keluarga lainnya masuk kategori desil lima hingga 10 atau tidak layak menerima bantuan.
"Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi dan memastikan bansos tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh orang yang membutuhkan,” terang Mensos seperti dikutip Riwara.id dari laman Kemensos, Rabu, 15 April 2026.
Seperti diketahui, data penerima bansos bersifat dinamis sehingga memungkinkan adanya perubahan baik penambahan maupun pengurangan penerima bansos.
Selain penambahan penerima bansos, Kemensos mencatat 11.014 KPM yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos karena tergolong inclusion error atau berada di luar kelompok sasaran.
Kementerian Sosial memastikan kementeriannya membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan terkait status penerima bansos, dengan menyertakan bukti pendukung.
Pemutakhiran DTSEN juga telah diintegrasikan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna memperkuat validitas data.***






 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)
Kabar bahagia 25 ribu keluarga penerima manfaat siap masuk penyaluran bansos April 2026