RIWARA.id – Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperingatkan bahwa lebih dari 32 juta orang di seluruh dunia terancam terperosok ke dalam jurang kemiskinan akibat dampak ekonomi dari perang di Iran.
Mengutip laporan The Guardian, konflik ini memicu "tiga guncangan" sekaligus bagi dunia, yaitu lonjakan harga energi, krisis pangan, dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global.
Administrator UNDP, Alexander De Croo, menyebut konflik ini sebagai "pembangunan yang berjalan mundur". Menurutnya, meskipun gencatan senjata akhirnya tercapai, dampak ekonominya telah merusak capaian pembangunan internasional selama bertahun-tahun.
Hal yang paling memilukan adalah masyarakat yang sebelumnya baru saja berhasil keluar dari garis kemiskinan, kini dipaksa kembali menderita akibat situasi yang tidak mereka perbuat.
Lonjakan harga energi yang terjadi selama enam minggu terakhir dipicu oleh serangan udara AS-Israel ke Teheran, yang dibalas dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Langkah Teheran tersebut mencekik pasokan minyak dan gas dunia, yang kemudian berdampak langsung pada biaya l ogistik pengiriman global serta pasokan pupuk.
Para pakar memperingatkan bahwa kondisi ini telah memasang "bom waktu ketahanan pangan" bagi negara-negara berkembang.
Dalam laporan yang dirilis bertepatan dengan pertemuan musim semi IMF di Washington, UNDP memprediksi skenario terburuk jika gangguan produksi minyak berlangsung selama enam minggu dan biaya tinggi bertahan hingga delapan bulan.
Sebanyak 32,5 juta orang secara global diprediksi jatuh ke bawah garis kemiskinan menengah-atas (pendapatan di bawah $8,30 per orang per hari).
Kelompok yang paling terdampak adalah 37 negara pengimpor energi bersih di wilayah Teluk, Afrika, Asia, dan negara-negara kepulauan kecil.
Menanggapi krisis ini, UNDP mendesak adanya tanggapan global yang cepat, termasuk penyaluran bantuan tunai sementara untuk melindungi rumah tangga paling rentan.
Namun, upaya ini terhambat oleh kebijakan negara-negara maju seperti AS, Inggris, dan Prancis yang justru memangkas anggaran bantuan internasional mereka demi meningkatkan pengeluaran pertahanan.
De Croo menegaskan bahwa investasi pada pengurangan kemiskinan sebenarnya adalah "serangan preventif" terbaik untuk menjaga stabilitas dunia sebelum konflik pecah. (*)
Ari Kristyono





UNDP peringatkan 32 juta orang terancam jatuh miskin akibat perang Iran. Harga energi dan pangan melonjak, negara berkembang terpukul paling keras.