Mobil Listrik Bekas Mulai Rp170 Juta, Murah Tapi Layak Dibeli? Ini Hitungannya

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 03 April 2026 | 17:54 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id  — Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya penjualan kendaraan listrik baru dalam beberapa tahun terakhir. Harga yang semakin kompetitif menjadi faktor utama yang mendorong minat konsumen terhadap segmen ini.

Berdasarkan penelusuran Riwara.id di sejumlah marketplace seperti OLX, serta platform digital lainnya pada Jumat, 3 April 2026, berbagai model mobil listrik kini tersedia dalam kondisi bekas dengan rentang harga yang semakin menarik.

Model populer seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq Electric, hingga Nissan Leaf menjadi yang paling banyak ditawarkan di pasar sekunder.

Harga Mulai Turun, Pilihan Makin Banyak

Untuk segmen entry level, Wuling Air EV kini menjadi opsi paling terjangkau. Unit bekasnya ditawarkan di kisaran Rp170 juta hingga Rp220 juta, bahkan untuk unit tertentu dengan kilometer rendah dapat ditemukan mulai Rp120 juta.

Sementara itu, kendaraan listrik di kelas menengah seperti Wuling Binguo EV berada di rentang Rp185 juta hingga Rp318 juta, tergantung varian dan kondisi.

Di kelas yang lebih tinggi, Hyundai Ioniq Electric masih bertahan di kisaran Rp400 juta, sedangkan Nissan Leaf keluaran 2023 berada di sekitar Rp300 juta. Model yang relatif baru seperti MG 4 EV juga mulai muncul di pasar bekas dengan harga sekitar Rp214 juta.

Didorong Lonjakan Penjualan Mobil Baru

Pertumbuhan pasar mobil listrik bekas tidak lepas dari meningkatnya distribusi kendaraan listrik baru di Indonesia. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, berbagai merek otomotif agresif meluncurkan produk EV di segmen harga yang beragam.

Akibatnya, siklus pergantian kendaraan mulai terbentuk. Konsumen yang sebelumnya membeli mobil listrik baru kini mulai melepas unitnya, menciptakan suplai di pasar sekunder.

Selain itu, karakter depresiasi mobil listrik yang relatif cepat pada awal pemakaian turut mempercepat penurunan harga di pasar bekas.

Garansi Baterai Jadi Penentu Utama

Salah satu faktor yang menopang kepercayaan konsumen adalah kondisi kendaraan yang relatif masih muda. Sebagian besar mobil listrik bekas yang beredar saat ini berusia 1 hingga 3 tahun dan masih berada dalam masa garansi baterai.

Hal ini menjadi pembeda utama dibandingkan kendaraan konvensional. Baterai merupakan komponen paling mahal dalam mobil listrik, sehingga keberadaan garansi memberikan rasa aman bagi calon pembeli.

Namun demikian, kondisi baterai tetap menjadi aspek krusial yang harus diperiksa secara menyeluruh.

Layak Dibeli? Ini Pertimbangannya

Dari sisi bisnis otomotif, mobil listrik bekas dapat menjadi entry point bagi konsumen baru yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus menanggung bia ya tinggi.

Dari segi ekonomi, terdapat beberapa keunggulan yang ditawarkan:

Harga lebih rendah dibanding unit baru
Biaya operasional lebih hemat
Perawatan relatif sederhana

Namun, terdapat pula sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Risiko yang Harus Diperhitungkan

Pertama, degradasi baterai menjadi faktor utama. Meskipun masih dalam masa garansi, performa baterai dapat menurun tergantung pola penggunaan sebelumnya, terutama jika sering menggunakan fast charging.

Kedua, nilai jual kembali mobil listrik masih belum stabil. Pasar yang masih berkembang membuat harga kendaraan dapat berubah signifikan dalam waktu singkat.

Ketiga, infrastruktur pengisian daya masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dapat menjadi kendala bagi pengguna di luar kota besar.

Strategi Aman Membeli Mobil Listrik Bekas

Bagi calon pembeli, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko:

Memastikan garansi baterai masih berlaku
Mengecek riwayat servis dan penggunaan kendaraan
Melakukan uji coba langsung untuk mengukur performa
Membandingkan harga di berbagai platform seperti OLX

Selain itu, pembeli juga disarankan untuk memahami kebutuhan penggunaan, terutama terkait jarak tempuh harian dan akses terhadap fasilitas pengisian day a.

Segmen yang Akan Tumbuh Cepat

Melihat tren saat ini, pasar mobil listrik bekas diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik baru, suplai unit bekas akan semakin meningkat.

Dari perspektif industri, segmen ini berpotensi menjadi salah satu pendorong utama penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, terutama bagi konsumen kelas menengah.

Dengan harga yang semakin terjangkau dan teknologi yang terus berkembang, mobil listrik bekas bukan lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi pilihan rasional dalam ekosistem otomotif modern.

Mobil listrik bekas pada 2026 menawarkan peluang menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan biaya lebih rendah.

Namun, keputusan pembelian harus dilakukan secara cermat, terutama dengan mempertimbangkan kondisi baterai, garansi, serta kebutuhan penggunaan.

Jika faktor-faktor tersebut terpenuhi, mobil listrik bekas dapat menjadi solusi mobilitas yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.*

 

 

Harga mobil listrik bekas di Indonesia mulai turun signifikan pada 2026, dengan Wuling Air EV dibanderol mulai Rp170 juta. Simak daftar harga lengkap, analisis kelayakan, serta tips sebelum membeli mobil listrik bekas.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News