Beda Nasib dengan Meta, OpenAI Justru Ingin Rekrut Ribuan Karyawan Baru Lewat Proyek Superapp

  • Calvin Natanael
  • Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB
  • Default Publisher Publish by: Calvin Natanael
Ilustrasi aplikasi terpadu berbasis AI yang tengah dikembangkan OpenAI, menggabungkan ChatGPT, alat coding, dan browser dalam satu platform untuk meningkatkan produktivitas pengguna.
Ilustrasi aplikasi terpadu berbasis AI yang tengah dikembangkan OpenAI, menggabungkan ChatGPT, alat coding, dan browser dalam satu platform untuk meningkatkan produktivitas pengguna. (Foto: Ilustrasi di buat menggunakan teknologi buatan AI)

 

RIWARA.di - Perusahaan raksasa artificial intelligence (AI) OpenAI terus menerus melakukan inovasi agar menjadi pionir dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Selain mengembangkan model GPT terbaru, OpenAI juga dilaporkan sedang mengembang hardware AI pertama yang mempunyai fungsi dan desain revolusioner.

Tidak hanya itu, berapa project besar sedang dipersiapkan oleh perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman dan Elon Musk tersebut.

Semua ini harus dilakukan OpenAI agar bisa menjadi pemenang dalam perlombaan AI melawan perusahaan raksasa lainya.

Google, Amazon, Microsoft, Anthropic, Meta terus menerus mengejar OpenAI dengan berbagai produk AI yang terus mengalami upgrade dan inovasi setiap saat.

Satu saja 'tergelincir di arena, maka siap-siap akan disalip oleh perusahaan lain dan bagi yang tergelincir, akan sulit untuk mengejar ketertinggalan.

Dilansir dari The Wall Street Journal dan MacRumors, OpenAI dikabarkan sedang membangun sebuah 'superapp; untuk gagdet Mac milik Apple.

Proyek Superapp Ambisius

OpenAI sedang mengembangkan proyek yang bisa menyatukan aplikasi ChatGPT, platform Codex dan browser Atlas dalam satu ekosistem untuk perangkat Mac.

Supe rapp ini dibuat oleh OpenAI agar bi sa menyederhanakan pengalaman pengguna yang selama ini menggunakan berbagai produk OpenAI terpisah-pisah.

Petinggi OpenAI menyadari bahwa pelanggan lebih banyak menggunakan produk ChatGPT dan belum tertarik untuk menggunakan produk AI lainnya.

Project baru ini juga dilakukan agar OpenAI bisa mengejar ketertinggalan dari pesaing utamanya, Anthropic yang sudah sukses dengan Claude AI dan beberapa project.

Rencananya, superapp tersebut akan mempunyai kemampuan AI agentic yang bisa bekerja secara otonom di komputer milik pengguna.

Superapp tersebut bisa melakukan berbagai perintah, seperti mengerjakan tugas, menulis kode, membuat catatan sampai analisa data.

Kepala divisi aplikasi OpenAI, Fidji Simo mengatakan kepada karyawan agar mereka fokus sepenuhnya pada proyek superapp dan tidak terditraksi dengan proyek sampingan yang lain.

Dalam rapat internal, Simo menyinggung kemajuan pesan dari Anthripic yang berhasil menarik para pelanggan enterprise serta pengguna yang melakukan pekerjaan programming.

Tambahkan Kemampuan Agentic

Dalam beberapa bulan ke depan, OpenAI juga akan menambahkan kemampuan agentic kpada aplikasi Codex.

Tujuannya, agentic ini bisa membantu pekerjaan di luar coding yang nantinya akan digabungkan dengan ChatGPT dan browser Atlas menjadi sebuah ekosistem superapp.

Penambahan fitur agentic ini menjadi sebuah langkah besar bagi OpenAI untuk terus mengembangkan produknya dalam melawan para kompetitor yang ada.

Selain melakukan inovasi produk, OpenAI juga sudah melakukan akusisi terhadap berbagai perusahaan AI, dimana salah satunya adalah perusahaan hardware AI milik petinggi Apple, Jony ive. 

Akan Tambah Karyawan Baru

OpenAI juga akan menggandakan jumlah karyawannya menjadi 8000 pada akhir tahun 2026 nanti.

Pegawai baru ini akan direkrut untuk bekerja di divisi pengembangan produk, teknik, penelitian dan pemasaran.

 Saat ini, jumlah karyawan OpenAI tercatat mencapai 4.500 orang dan kalau rekrutmen ini benar-benar dilakukan, maka jumlah pegawai akan bertambah sebanyak dua kali lipat.

Kebijakan rekrutmen ini juga berbeda dengan perusahaan raksasa teknologi lain yang malah melakukan pengurangan karyawan secara besar-besaran.

Meta sebagai contoh malah berencana melakukan PHK massal sebanyak 20 persen dari total karyawan di tahun 2026 ini. ***

Perang AI Memanas: OpenAI Siapkan Agentic AI di Mac untuk Bendung Kemajuan Claude milik Anthropic

Foto Default
Author : Calvin Natanael

Content Writer

Topic News
Related News