Keraton Surakarta Adakan Peringatan HUT Pakasa ke 94 Tahun, Berikan Apresiasi Pada Seniman yang Fokus Menjaga dan Melestarikan Budaya Jawa-1

  • Windy Anggraina
  • 27 Desember 2025
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id – Keraton Surakarta kembali menggelar acara bertajuk peringatan HUT Pakasa ke 94 tahun yang diramaikan oleh berbagai elemen masyarakat pencinta seni dan budaya. Acara peringatan HUT Pakasa ke 94 tahun digelar selama 2 hari mulai tanggal 26 Desember sampai 27 Desember 2025.

Mungkin belum banyak yang mengetahui ap aitu Pakasa. Pakasa adalah singkatan dari Paguyuban Kawula Keraton Surakarta. Pakasa didirkan pertama kali pada 29 November 1931 oleh Sinuhun Pakuwubuwana X atau PB X sebagai wadah awal pergerakan kemerdekaan.

Pakasa saat ini dikenal  masyarakat sebagai sebuah organisasi masyarakat adat yang fokus pada penjagaan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan Jawa, khususnya yang berkaitan dengan Keraton Mataram Surakarta.

Kegiatan Pakasa meliputi edukasi, seminar, pameran budaya, hingga pelacakan situs sejarah, dan seringkali menjadi wadah penguatan SDM pegiat budaya. Pakasa memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya Jawa yang kini makin berkembang.

Hal ini senada seperti yang diungkapkan Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, KPH Edd y Wirabhumi. KPH Eddy Wirabhumi menyampaikan saat ini keberadaan Pakasa sudah sangat berkembang tidak hanya berada dii aera Jawa Tengah dan Jawa Timur saja tapi juga mermabah ke pulau Sumatra, DKI Jakarta hingga Bali.

 “ Dalam rangka peringatan Pakasa ke 94 tahun ini kami memberikan apresiasi pada kelompok kesenian Reog Ponorogo yang perjuangannya sangat luar biasa hingga akhirnya kesenian ini diakui oleh UNESCO sebagai karya budaya yang bersumber dari Ponorogo dan saat ini sudah berkembang sampai luar negeri,” ungkapnya, Sabtu, 27 Desember 2025.

Eddy menjelaskan, kami memberikan apresiasi pada mereka yang melakukan upaya melestarikan dan mengembangkan nilai budaya yang tergabung dalam Gajah Singo Samasto. Terdapat 230 kelompok yang hadir disini dari seluruh Indonesia bahkan ada 1 kelompok dari Korea yang diberikan apresiasi.

Dalam rangkaian acara HUT Pakas aini ada berbagai penampilan seni budaya dari berbagai wilayah ada 2000 warga yang ikut menyaksikan berbagai pagelaran seni yang ditampilkan.

 Kemarin sudah diadakan acara wayangan pagi dan malam lalu hari ini diadakan kirab budaya untuk menyemarak kan rangkaian acara Pakasa.

Terkait informasi Museum Keraton Surakarta yang sampai saat ini masih digembok dan wisatawan yang berkunjung tidak bisa masuk, Eddy memberikan pernyataan maaf. Seperti diketahui, sampai saat ini Museum Keraton Surakarta masih dalam posisi digembok tidak bisa diakses masyarakat.

 “ Setelah direnovasi sekaranga malah digembok kami menerima masukan dan saran agar pas liburan bisa diberikan akses pada masyarakat untuk bisa menikmati wisata Keraton. Kami mohon maaf pada wisatawan yang sudah datang ingin berkunjung ke Museum namun belum bisa masuk karena masih digembok. Nanti akan kami sampaikan ke keluarga besar agar akses bisa diberikan walau terbatas,” pungkas Eddy.***

 

 

Berikut informasi tentang Keraton Surakarta adakan peringatan HUT Pakasa ke 94 tahun berikan apresiasai seniman yang jaga pelestarian budaya Jawa

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News
Related News