Tumbuhkan Karakter Tangguh, Prajurit Keraton Yogyakarta Berlatih Didampingi Anggota TNI AL

  • Ari Kristyono
  • 22 Desember 2025
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

RIWARA.ID – Keraton Ngayogyakarta sampai sekarang masih memiliki prajurit dengan beragam nama dan kostum, meski saat ini fungsinya sekadar pelengkap upacara tradisi.

Meski tak lagi berfungsi secara militer, para prajurit itu menjadi kelengkapan peraga budaya yang mampu menggambarkan keagungan dan kewibawaan kerajaan di masa silam.

Untuk memantapkan karakter tangguh dan profesional, Prajurit Mantrijero Keraton Ngayogyakarta menghadirkan mentor khusus dari TNI Angkatan Laut.

Prajurit Mantrijero di masa lalu memiliki tugas cukup penting, yakni pengamanan internal keraton, mengawal pejabat tinggi, juga meneruskan perintah Sultan kepada petugas/abdi dalem di lapangan.

Penampilannya sederhana, berkostum surjan lurik warna hitam atau biru tua yang menggambarkan kematangan pribadi, ikat kepala destar berwarna senada, s erta kain batik bermotif kawung.

Mereka bersenjata keris, tombak, tapi dalam tugas atau latihan sering juga membawa senapan antik.

Di era sekarang, Prajurit Mantrijero bertugas mengiring prosesi upacara seperti Garebeg (Syawal, Besar, Maulud), Tingalan Dalem, kirab budaya dan kebesaran Sultan, Labuhan, serta acara seremonial keraton lainnya.

Sabtu (20/12/2025) lalu, bertempat di Bangsal Kamandhungan Kidul Keraton Yogyakarta, sejumlah prajurit Dinas Psikologi Angkatan Laut dan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, melatih para Prajurit Mantrijero untuk tampil lebih sesuai dengan karakter keprajuritan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan psikoedukasi penguatan kohesivitas kelompok yang mengangkat filosofi keprajuritan Keraton Yogyakarta, yaitu “Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh”.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun kebersamaan, semangat juang, kepercayaan diri, serta keteguhan sikap Abdi Dalem Prajurit dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Dilanjutkan dengan pendampingan psikologi lapangan serta latihan PBB Dasar Bersenjata dan Kolone Senapan yang dipimpin oleh Tim Kolone Senapan Lanal Yogyakarta.

Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priambodo, menyebut penguatan karakter keprajuritan bersama Keraton Yogyakarta selaras dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bangsa maritim.

“Dalam konteks budaya Jawa, termasuk dalam tradisi Kesultanan Mataram Islam, kedisiplinan, loyalitas, dan keprajuritan menjadi bagian dari pembentukan karakter prajurit sekaligus tata kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut hingga kini tetap terawat dalam tradisi keprajuritan Keraton Yogyakarta dan relevan untuk memperkuat kesadaran sebagai bangsa maritim melalui pendekatan kebudayaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen membangun prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, mental, dan jati diri kebangsaan yang kuat.

Kolaborasi dengan Keraton Yogyakarta ini merupakan contoh konkret bagaimana nilai-nilai luhur budaya Nusantara dapat menjadi fondasi pembentukan prajurit yang berdisiplin, solid, dan berjiwa pengabdian. (***)


Prajurit Mantrijero Keraton Yogyakarta mendapat pendampingan TNI AL untuk memperkuat karakter keprajuritan berbasis nilai budaya Jawa.

Foto Default
Author : Ari Kristyono

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News
Related News