Starmer Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Hancurkan Gudang Rudal Iran, Dunia dalam Siaga

  • Inung R Sulistyo
  • Senin, 02 Maret 2026 | 06:56 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
PM Inggris Keir Starmer tegaskan langkah “terbatas dan defensif”, sebut demi lindungi 200 ribu warga Inggris di Timur Tengah.
PM Inggris Keir Starmer tegaskan langkah “terbatas dan defensif”, sebut demi lindungi 200 ribu warga Inggris di Timur Tengah. (Foto: Riwara.id)

RIWARA.ID - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengonfirmasi bahwa pemerintahnya telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi khusus menghancurkan gudang rudal Iran.

Dalam video yang diunggah di platform X pada Minggu malam, Starmer menyebut keputusan itu sebagai langkah “pertahanan khusus dan terbatas” guna mencegah ancaman serangan rudal yang dapat menewaskan warga sipil tak berdosa, termasuk warga Inggris di kawasan Timur Tengah.

“Kami memutuskan menerima permintaan ini untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah yang membahayakan nyawa warga Inggris,” tegasnya.

Baca juga: 3 Tentara AS Tewas, Operasi Serangan ke Iran Terus Berlanjut

Pangkalan Strategis Diego Garcia dan RAF Fairford

Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengungkapkan bahwa izin itu mencakup penggunaan pangkalan militer strategis di:

  • Diego Garcia, Kepulauan Chagos
  • RAF Fairford, Gloucestershire, Inggris

Kedua lokasi ini dikenal sebagai titik penting dalam operasi militer jarak jauh Amerika Serika t.

Langkah ini diambil setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Baca juga: Trump Tegaskan Serangan ke Iran Terus Berlanjut, Akui Korban Jiwa dan Peringatkan Eskalasi

Inggris Tidak Terlibat Langsung

Starmer menegaskan Inggris tidak ikut serta dalam serangan langsung tersebut. Pemerintah hanya memberikan akses pangkalan untuk tujuan defensif.

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menolak memberikan komentar rinci apakah serangan tersebut sesuai hukum internasional.

Namun Starmer berjanji akan mempublikasikan nasihat hukum resmi pemerintah untuk memastikan transparansi.

“Kami tidak ikut serta dalam serangan ini, tetapi kami akan terus melakukan tindakan pertahanan di wilayah tersebut,” katanya.

Baca juga: CENTCOM Tegaskan USS Abraham Lincoln Tak Tersentuh Rudal Iran, Tetap Beroperasi di Laut Arab

Kritik Keras dari Oposisi

Keputusan itu langsung menuai kritik politik.

Priti Patel dari Partai Konservatif mengaku “sangat terkejut” karena Starmer dinilai tidak menunjukkan dukungan lebih kuat terhadap sekutu.

Richard Tice dari Reform UK menuduh Starmer “menundukkan diri kepada ekstremis Islam” dengan sikapnya.

Tekanan politik dalam negeri diperkirakan akan meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Bisakah Iran Menenggelamkan USS Abraham Lincoln? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Kapal Induk 100.000 Ton AS

200 Ribu Warga Inggris dalam Risiko

Starmer menyebut terdapat sedikitnya 200.000 warga Inggris yang berada di kawasan Timur Tengah saat ini. Ia menggambarkan serangan Iran sebagai semakin “sembrono” dan berpotensi memicu krisis regional lebih luas.

Jet-jet Inggris, menurutnya, telah dikerahkan dan berhasil mencegat sejumlah serangan Iran.

Cara satu-satunya menghentikan ancaman ini adalah menghancurkan rudal di sumbernya di gudang penyimpanan atau peluncur yang digunakan,” ujarnya.

Baca juga: Bitcoin Bisa Capai Titik Terendah Maret 2026? Analisis Terbaru Ungkap Sinyal Mengejutkan

Dunia dalam Fase Genting

Keputusan Inggris membuka akses pangkalan militernya untuk AS menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan geopolitik telah memasuki fase yang jauh lebih serius.

Meski diklaim sebagai langkah defensif, dampaknya berpotensi memperluas konflik dan memicu reaksi diplomatik global.*

 

Starmer izinkan AS pakai pangkalan Inggris hancurkan rudal Iran. Inggris klaim defensif, kritik oposisi menguat.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News