Inung R Sulistyo
RIWARA.ID - Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command / CENTCOM) mengonfirmasi tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya mengalami “luka parah” dalam operasi militer terhadap Iran.
“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak—dan sedang dalam proses kembali bertugas,” demikian pernyataan CENTCOM melalui unggahan media sosial pada Minggu (2/3/2026) waktu setempat. “Operasi tempur besar-besaran terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung.”
CENTCOM tidak merinci identitas para korban dengan alasan perlu memberi waktu bagi keluarga terdekat untuk diberi pemberitahuan resmi.
Baca juga: Trump Tegaskan Serangan ke Iran Terus Berlanjut, Akui Korban Jiwa dan Peringatkan Eskalasi
Hari Kedua Operasi Gabungan
Korban jiwa tersebut terjadi pada hari kedua operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran. Serangan udara yang dilaporkan berlangsung intens mencakup target strategis dan kepemimpinan militer tingkat tinggi.
Di tengah e skalasi tersebut, laporan menyebut pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, termasuk di antara figur yang tewas dalam pengeboman. Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen dari otoritas Iran terkait klaim tersebut.
Situasi ini menandai salah satu fase paling berbahaya dalam ketegangan panjang antara Washington dan Teheran.
Baca juga: CENTCOM Tegaskan USS Abraham Lincoln Tak Tersentuh Rudal Iran, Tetap Beroperasi di Laut Arab
Operasi Berlanjut
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut sepanjang pekan ini. Ia menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menghilangkan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Sementara itu, pejabat Iran telah memberi sinyal bahwa operasi balasan akan ditingkatkan.
Gelombang Serangan Balasan Iran
Iran dilaporkan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS serta sekutunya di kawasan Teluk. Beberapa negara yang disebut menjadi sasaran antara lain:
United Arab Emirates
Bahkan Oman, yang selama ini relatif aman dari konflik langsung, dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Minggu.
Perluasan target ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk dan potensi gangguan terhadap jalur energi global.
Baca juga: Trump Tegaskan Serangan ke Iran Terus Berlanjut, Akui Korban Jiwa dan Peringatkan Eskalasi
Risiko Eskalasi Regional
Para analis menilai bahwa jika kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan, konflik dapat berubah menjadi konfrontasi regional terbuka yang melibatkan lebih banyak aktor.
Dampak langsungnya bisa terasa pada:
Untuk saat ini, kedua pihak sama-sama memberi sinyal bahwa operasi militer belum akan mereda, sementara dunia internasional memantau perkembangan dengan cermat.*
Tiga tentara AS tewas dalam hari kedua operasi terhadap Iran. Serangan balasan Teheran menyasar pangkalan AS dan sekutunya di kawasan Teluk.