RIWARA.id - Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Batch 4, PPG Dalam Jabatan tahun 2026.
Tercatat ada sebanyak 98.000 guru binaan Kemenag yang eligible untuk ikut dalam UKMPPG 2026.
Persiapan pelaksanaan ini dibahas dalam rapat koordinasi nasional di Jakarta, pada Rabu 11 Februari 2026.
Rakornas itu mengecek kesiapan teknis sekaligus kualitas pelaksanaan ujian yang akan diikuti guru madrasah dari seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan UKMPPG bukan sekadar tahapan administratif, melainkan gerbang bagi guru profesional di lingkungan madrasah dan guru agama di sekolah.
Untuk itu, Suyitno meminta seluruh Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) agar memastikan kualitas layanan akademik dan tata kelola ujian bisa berjalan presisi, transparan, serta berintegritas.
“PPG bukan hanya tentang kuota dan kelulusan. Ini terkait pembangunan ekosistem pendidikan guru yang se hat dan berkelanjutan. UKMPPG harus menjadi standar mutu guru yang kredibel,” jelas Suyitno yang dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Kamis 12 Februari 2026.
Suyitno mengingatkan agar semua pihak berkomitmen bahwa PPG dapat menghasilkan guru yang memiliki kapasitas akademik yang kuat.
Digitalisasi pembelajaran juga menjadi fokus pendidikan saat ini. Kampus diminta tidak berhenti pada jargon “smart campus”, tetapi bisa mengimplementasikan teknologi pembelajaran modern.
Meski berbasis online, program tutorial bersama dosen secara sinkronus tetap diperlukan untuk menjaga kualitas interaksi dalam akademik.
"Kami ingin UKMPPG bisa menjadi cermin integritas dan profesionalisme. Guru yang lulus PPG harus benar-benar kompeten dan siap mengajar,” tegas Suyitno.
Baca juga: Cek 5 Tips Cara Jaga Kesehatan di Bulan Ramadhan Agar Puasa Berjalan Lancar dan Tubuh Bugar
Dalam UKMPPG ini, LPTK UIN Bandung ditunjuk menjadi koordinator penyelenggara. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan, Fakry Hamdani, mengatakan total peserta PPG Batch 4 yang eligible mencapai 98.036 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 98.005 peserta telah terdata dalam sistem. Sementara, data peserta disabilitas sebanyak 109 orang masih dalam proses finalisasi.
Pelaksanaan UKMPPG tahun 2026 akan mel ibatkan sebanyak 2.454 pengawas dan 30 penyelia.
Kemenag juga telah menyelesaikan seleksi penguji. Ada sebanyak 556 penguji yang dinyatakan lulus dan siap bertugas, sementara 96 lainnya belum memenuhi standar kelulusan.
"Seluruh proses seleksi penguji dilakukan secara ketat agar kualitas penilaian tetap terjaga,” ungkap Fakry.
UKMPPG terdekat akan dilaksanakan dalam lima sesi yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Selain itu, ada jadwal tambahan yang digelar pada 21–22 Februari 2026, dengan proses penilaian pada 25 Februari hingga 6 Maret 2026.
Penjadwalan ini disusun agar pelaksanaan tetap efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan.
Baca juga: Kemenag Usulkan 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK, Apakah Bisa? Ini Penjelasannya
Kemenag juga tengah memastikan kesiapan sistem, pengawas, hingga infrastruktur digital agar pelaksanaan tes berjalan lancar.
UKMPPG tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan penyelesaian PPG bagi lebih dari 400 ribu guru madrasah yang harus menuntaskan sertifikasi profesi.
Pemerintah menargetkan penyelesaian sertifikasi itu dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Kemenag juga menekankan bahwa pelaksanaan UKMPPG 2026 akan menjadi barometer keberlanjutan program, karena anggaran tahun 2025 banyak tersera p di akhir tahun.
Karena itulah, seluruh LPTK diminta menjaga kualitas layanan, termasuk responsivitas dosen dalam pembelajaran secara online.
Kemenag juga memastikan skema PPG Madrasah tetap menggunakan pembiayaan pemerintah dan belum ada jalur mandiri.
Kebijakan ini diambil untuk menjamin pemerataan akses dan menjaga standar mutu nasional dalam PPG.
Sebanyak 98.000 guru binaan Kemenag yang eligible akan mengikuti UKMPPG 2026 batch 4. Pelaksanaan UKMPPG bersamaan dengan datangnya Ramadan.