Dana Operasional MBG Tidak Bisa Cair ke Rekening SPPG? BGN Ungkapkan 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:55 WIB
BGN Ungkap Penyebab Dana Operasional Tak Bisa Cair ke Rekening SPPG
BGN Ungkap Penyebab Dana Operasional Tak Bisa Cair ke Rekening SPPG (Foto: Instagram.com/@badangizinasional.ri)

RIWARA.id – Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ada yang tiba-tiba menghentikan penyalurannya kepada penerima manfaat, karena dana operasional yang belum cair.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut tidak cairnya dana ke rekening SPPG bukanlah tanpa alasan. Ada sejumlah penyebabnya mulai dari faktor pelaporan keuangan, kesesuaian data penerima manfaat, serta kedisiplinan dalam pengelolaan dana.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan salah satu faktor penyebab dana operasional SPPG tidak cair adalah tidak dilaksanakannya pelaporan penggunaan dana harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN).

“Dana operasional MBG tidak cair karena SPPG yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan penggunaan dana harian dalam SIPGN atau Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional, sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan,” ujar Tysa dikutip Riwara.id dari laman bgn.go.id, Selasa 27 Oktober 2026.

Menurutnya, kewajiban pelaporan tersebut menjadi hal penting dalam pemantauan penggunaan anggaran. Sebab, pencairan dana operasional tidak dapat dilepaskan dari kepatuhan SPPG dalam menjalankan mekanisme administrasi yang telah ditetapkan BGN.

Hal lain yang juga menjadi penyebab dana operasional MBG tidak dapat cair ke rekening SPPG adalah adanya perbedaan data penerima manfaat. Data jumlah penerima MBG yang dilayani saat ini, tidak sama dengan data yang telah ditetapkan sebelumnya dalam sistem.

Kesesuaian antara data penerima manfaat yang dilayani dengan data SPS-2 diperlukan agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran, serta memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Penyebab lain tidak cairnya dana operasional MBG, karena SPPG yang bersangkutan melayani penerima manfaat yang tidak sesuai dengan data SPS-2. Data ini tertuang dalam Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2,” jelas Tysa.

Selain dua faktor tersebut, Tysa juga mengungkapkan jika tidak tersedianya dana operasional dapat terjadi apabila SPPG mengalami kehabisan dana akibat penggunaan anggaran yang tidak disiplin, atau tidak sesuai estimasi awal.

“Tidak tersedianya dana operasional untuk penyaluran MBG juga bisa terjadi karena SPPG yang bersangkutan kehabisan uang akibat tidak disiplin dalam mengatur keuangan. Jadi, saat pelaksanaan, dana operasionalnya lebih besar dibandingkan perhitungan sebelumnya,” imbuh Tysa.

Terkait permasalahan itu, BGN berharap SPPG bisa memastikan pengelolaan dana dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan agar pelayanan MBG kepada penerima manfaat dapat berjalan secara optimal.

BGN menyebut tidak cairnya dana ke rekening SPPG karena 3 penyebab yaitu pelaporan keuangan, kesesuaian data penerima manfaat, serta kedisiplinan dalam pengelolaan dana.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories