RIWARA.id - Beberapa hari terakhir, dunia teknologi diramaikan oleh kabar ditemukannya celah keamanan pada bahasa pemrograman PHP.
Dilansir dari Financial Times dan Anadolu, masalah ini berdampak luas karena banyak situs di dunia, termasuk di Indonesia, menggunakan PHP untuk menjalankan laman webnya, salah satunya WordPress.
Dua celah pada PHP tersebut memungkinkan peretas untuk meretas serta menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh pada server yang rentan dan berpotensi mencuri data sensitif.
Kedua celah keamanan tersebut dinamakan PHP2Shell yang menghebohkan berbagai negara, terutama karena banyak situs pemerintah yang terdampak.
Sejumlah perusahaan teknologi seperti Amazon, Google, dan OpenAI telah turun tangan untuk mencari dan menemukan kerentanan dari celah tersebut.
Selain itu, mereka juga akan mendeteksi serangan hingga melindungi sistem yang terdampak PHP2Shell.
Banyaknya situs di dunia yang menggunakan PHP membuat perusahaan hingga pemerintah harus benar-benar memperhatikan temuan ini.
PHP merupakan bahasa pemrograman sumber terbuka yang digunakan untuk mengelola konten CMS, sistem masuk (login) pengguna, hingga server dan basis data.
NSA Turun Tangan
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) telah meminta organisasi PHP untuk menyiapkan pembaruan keamanan.
NSA memberikan peringatan bahwa celah pada PHP tersebut dapat membuat peretas memperoleh akses langsung ke berkas dan data server.
Jika belum melakukan pembaruan, NSA menyarankan agar sistem yang terdampak dinonaktifkan sementara sampai celah keamanan tersebut diperbaiki.
Selain NSA, Biro Investigasi Federal (FBI) juga memberikan peringatan bagi situs-situs yang menggunakan PHP.
FBI menilai peretas dapat melakukan peretasan dari jarak jauh dan serangan ini sangat berbahaya bagi data serta jaringan calon korban.
Selain NSA dan FBI, badan siber dari berbagai negara juga telah mengeluarkan peringatan terkait temuan celah keamanan PHP2Shell.
Badan siber Singapura, Australia, Inggris, hingga Uni Eropa juga telah mengeluarkan peringatan serupa kepada pihak-pihak terkait.
Bagi perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah yang menggunakan PHP, wajib melakukan pembaruan dan mewaspadai celah keamanan yang ada.
Meskipun sudah ada peringatan, laporan serangan terkait PHP2Shell ternyata telah ditemukan.
Amazon menjelaskan bahwa timnya telah menemukan ancaman serangan siber yang memanfaatkan PHP2Shell melalui Madpot.
Madpot merupakan sistem untuk memantau aktivitas mencurigakan pada infrastruktur yang terhubung ke internet.
Temuan Amazon tersebut menunjukkan adanya pihak yang berusaha memanfaatkan kerentanan PHP2Shell sebelum diketahui secara publik.
Terdapat pula peran kecerdasan buatan (AI) yang membantu para peretas untuk menemukan celah keamanan. Kini, tim pengembang dari PHP telah merilis perbaikan untuk menutup kedua celah keamanan tersebut.***
Celah keamanan PHP2Shell ancam jutaan situs web dunia. NSA, FBI, dan raksasa teknologi imbau pemilik server dan WordPress segera lakukan pembaruan.