RIWARA.id - Amerika Serikat (AS) membuat kebijakan yang melarang model AI asal China, DeepSeek untuk mengakses jaringan badan sipil federal.
Dilansir dari Anadolu, pemerintah AS menyebut adanya risiko spionase dan keamanan siber terkait pemblokiran DeepSeek tersebut.
Selain itu, persaingan dan perlombaan AI dengan China bisa menjadi salah satu penyebab dari pelarangan tersebut.
Penasihat Umum Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, James Percival mengatakan model yang ada di DeepSeek bisa menghadirkan berbagai vektor ancaman.
Percival juga menjelaskan bahwa server perusahaan DeepSeek beroperasi di China dan tidak sesuai dengan undang-undang domestik.
Dalam undang-undang domestik, pemerintah bisa mengakses infrastruktur perusahaan swasta lewat badan siber dan intelijen.
Masalahnya, data dari pegawai federal AS bisa diambil oleh pemerintah China dan tentu ini sangat berbahaya bagi pemerintah AS.
Pengiriman informasi sensitif ke China bisa menghasilkan hal yang buruk, apalagi dalam bidang intelijen dan program-program pemerintah.
Selain masalah data dan server, lembaga pemerintah AS juga menilai ada risiko pengambilan sidik jari digital pengguna serta ada kerentanan kritis dalam pengembangan perangkat lunak.
Atas dasar itu, seluruh lembaga di eksekutif sipil harus segera menghapus perangkat lunas DeepSeek di perangkat terkait sampai aplikasi pihak ketiga.
Otoritas federal juga harus mengeluarkan DeepSeek dari daftar produk yang disetujui oleh pihak terkait.
Bagi misi lembaga, maka instansi terkait bisa mengajukan permohonan pengecualian secara tertulis dalam waktu 60 hari kepada Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA).
Di sisi lain, China menentang langkah baru AS yang kembali menyasar perusahaan-perusahaan teknologi mereka.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan bahwa tindakan Amerika tersebut merupakan politisasi isu-isu terkait teknologi, sains dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, China menentang segala keputusan AS tersebut. China juga siap melindungi hak dan kepentingan dari perusahaan-perusahaan mereka di luar negeri.
Apple Intelligence Hadir di China
Berita lainnya, Apple Intelligence siap hadir bagi pengguna iPhone di China setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah untuk menggunakan model AI milik Alibaba.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China sudah memberikan izin bagi Apple untuk menggunakan model bahasa besar LLM Qwen.
Lalu ada juga tools pembuat gambar dan video AI, Tongyi Wanxiang untuk digunakan pada teknologi Apple Intelligence.
Sebenarnya, Apple sudah mendapatkan izin untuk meluncurkan Apple Intelligence di China sejak Juli 2026 ini.
Terbaru, Apple sudah mendapatkan izin akses jaringan untuk iPhone Duo dan 18 Pro yang dikabarkan akan meluncur dengan fitur Siri AI sebagai keunggulan utama.
Saat ini, Apple Intelligence sudah bisa digunakan di Hongkong tapi masih belum di daratan China.
Ketatnya regulasi dan privasi di China memang membuat Apple harus bersabar agar bisa memasukkan teknologi Apple Intelligence ke costumer mereka.
Semoga Bermanfaat.***
Amerika Serikat (AS) membuat kebijakan yang melarang model AI asal China, DeepSeek untuk mengakses jaringan badan sipil federal. Simak berita selengkapnya berikut ini