RIWARA.id – Karmijan (64), warga Kelurahan Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dasar sumur sedalam 13 meter pada Sabtu (17/10/2026) sore.
Niat hati ingin menguras sumur dan memperbaiki sambungan pipa paralon, insiden nahas justru merenggut nyawa lansia tersebut saat beraktivitas sendirian di dalam ruang sempit berisiko tinggi.
Peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 14.30 WIB ketika korban nekat turun ke dalam lubang sumur yang cukup dalam tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.
Setelah berada di dalam lubang selama kurang lebih 30 menit, pihak keluarga mulai merasa curiga karena tidak ada suara aktivitas maupun tanda-tanda korban akan naik kembali ke permukaan.
Anak korban yang menaruh curiga lantas mencoba memanggil dan berkomunikasi dari bibir sumur, namun tidak kunjung mendapatkan respons maupun sahutan dari sang ayah.
Kepanikan menyelimuti keluarga korban yang menyadari bahaya menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen di dalam sumur berkedalaman belasan meter tersebut.
Tak berani mengambil risiko untuk turun langsung, pihak keluarga segera melapor dan meminta bantuan darurat kepada Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas.
Laporan darurat tersebut kemudian diteruskan kepada Unit Siaga SAR (USS) Banyumas dan Kantor SAR Cilacap untuk menggerakkan tim penyelamat khusus ke lokasi kejadian.
Menerima informasi darurat, tim SAR gabungan bergerak cepat dan tiba di lokasi musibah di RT 02 RW 06 Kedungwringin sekitar pukul 15.40 WIB untuk memulai proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Cilacap, Wahyu Tri Agung, mengonfirmasi bahwa tim rescue langsung menerjunkan personel dengan prosedur kedaruratan ruang terbatas (confined space rescue).
Menggunakan peralatan khusus penanganan ruang terbatas, petugas berjibaku menyusuri kedalaman sumur untuk menjangkau posisi tubuh korban yang terkulai kaku di dasar.
Prosedur evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar satu jam akibat kedalaman sumur serta risiko tinggi kandungan gas berbahaya di dalam lubang.
Tepat pukul 16.30 WIB, jasad Karmijan akhirnya berhasil diangkat ke permukaan oleh Tim SAR Gabungan, namun sang kakek dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Isak tangis keluarga pecah begitu tubuh korban berhasil dievakuasi, sebelum akhirnya jasad diserahkan resmi kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Dengan terevakuasinya korban, operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur penyelamat yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Menyikapi insiden maut ini, Kantor SAR Cilacap mengimbau warga agar tidak nekat beraktivitas di dalam sumur atau ruang terbatas tanpa perlengkapan keamanan dan pendampingan yang memadai. (*)
Niat perbaiki pipa sumur 13 meter, warga Patikraja Banyumas ditemukan meninggal dunia. Simak kronologi evakuasi dramatis tim SAR!