RIWARA.id - Semakin parahnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah membuat masyarakat yang terdampak semakin menderita.
Dilansir dari DPR.go.id, banyak dari mereka mengalami sakit penyakit, terutama yang berhubungan dengan saluran pernapasan.
Hal ini juga dikonfirmasi langsung oleh anggota komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago yang memantau langsung kondisi karhutla di Banjarmarsin, Kalimantan Selatan.
“Di Banjarmasin sendiri udara masih berasap, meskipun sudah sedikit mereda. Pada saat rapat dengan Pemda di sana, saya sudah menyampaikan kepada Kemenkes untuk segera membatu masyarakat yang terdampak Karhutla parah,” kata Irma Suryani yang dikutip dari DPR.go.id.
Irma mendapatkan laporan dari masyarakat Kalteng langsung bahwa daerah mereka menjadi provinsi yang cukup parah terkena dampak Karhutla.
Asap pekat Karhutla membuat langit di Kalteng menjadi menguning.
“Hari ini saya dilaporkan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, udara di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Udara sudah mulai tampak menguning dan pasti sangat berbahaya bagi masyarakat,” tuturnya.
Kita bisa melihat keluh kesah masyarakat Kalteng terkait karhutla di media sosial dimana banyak foto-foto langit yang menguning dibagikan langsung oleh masyarakat.
Langit menguning yang dipenuhi asap Karhutla membuat masyarakat banyak yang mengalami sakit di area pernapasan.
Selain kesulitan bernapas, masyarakat juga mengakut merasakan pedih di area mata akibat asap karhutla yang semakin parah.
“Masyarakat terdampak harus segera didampingi kesehatannya. Karena dampaknya bukan saja ISPA, tapi juga sakit mata dan penyakit lainya,” jelas Irma.
Update Data Terkini
Berdasarkan update data terbaru dari Kemenkes per 13 Oktober 2026, jumlah kumulatif kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat Karhutla sudah mencapai 283.270 kasus. Kasus ISPA tersebut tersebar di hampir 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi.
Dari data tersebut pula, total 219.559 kasus dialami penduduk berusia di atas lima tahun, sedangkan 63.711 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.
Kalsel menjadi provinsi dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yaitu mencapai 74.636 kasus. Posisi kedua ditempati oleh Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus. Selain masalah ISPA, Karhutla juga berdampak kepada kualitas udara di beberapa wilayah.
Kualitas udara di 12 kabupaten/kota terdampak sudah mencapai kategori berbahaya.
Wilayah tersebut tersebar di enam kabupaten/kota Kalimantan Tengah, satu di Kalimantan Selatan, dua di Jambi, dua di Sulawesi Selatan, dan satu di Riau.
Asap Karhutla memang sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung polutan sampai partikel harus PM2.5, karbon dioksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun.***
Lebih dari 280 ribu warga terjangkit ISPA akibat Karhutla. Ketahui daerah terdampak paling parah dan bahaya partikel beracun PM2.5 bagi kesehatan.