RIWARA.id – Luka kecil akibat irisan pisau dapur atau goresan benda tajam umumnya dapat sembuh sendiri tanpa perlu penanganan medis khusus.
Namun, tidak sedikit orang mendapati proses penyembuhan luka ringan tersebut justru memakan waktu jauh lebih lama dari biasanya.
Kondisi tersebut rupanya bukan sekadar kebetulan semata, melainkan berkaitan erat dengan tingkat stres psikologis yang sedang dialami seseorang.
Dilansir laman Kementerian Kesehatan RI, sebuah riset bertajuk Mucosal Wound Healing is Impaired by Examination Stress yang dipimpin oleh Marucha dan timnya berhasil membuktikan keterkaitan langsung antara stres harian dan respons imun tubuh.
Penelitian tersebut melibatkan 11 mahasiswa kedokteran gigi sebagai subjek uji coba untuk mengukur kecepatan penyembuhan jaringan tubuh.
Dalam eksperimen tersebut, para peneliti membuat luka biopsi berukuran kecil pada area langit-langit mulut (hard palate) setiap peserta.
Pengujian dilakukan dalam dua kondisi psikologis yang berbeda, yakni saat liburan musim panas dan tiga hari menjelang ujian semester.
Periode liburan musim panas dikategorikan sebagai fase stres rendah, sedangkan masa mendekati ujian ditetapkan sebagai fase stres tinggi.
Hasil pengujian mencatatkan temuan yang cukup mengejutkan terkait daya tahan tubuh manusia saat berada di bawah tekanan psikologis.
Luka biopsi yang dibuat menjelang ujian terbukti sembuh lebih lambat sekitar tiga hari atau 40 persen lebih lama dibandingkan luka pada periode liburan.
Selain itu, produksi IL-1β mRNA—penanda fungsi kekebalan tubuh yang berperan penting dalam penyembuhan luka—mengalami penurunan hingga 68 persen saat masa ujian.
Penurunan drastis produksi zat antibodi tersebut menegaskan bahwa tekanan emosional harian mampu melemahkan sistem imun manusia secara signifikan.
Temuan ini sekaligus memperkuat teori psiko-biologis yang menyatakan bahwa kondisi mental dan fisiologis manusia saling memengaruhi satu sama lain.
Di tengah gempuran informasi dan berita negatif yang memicu stres di media sosial saat ini, menjaga kesehatan mental menjadi kebutuhan yang amat krusial.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak mengelola stres harian melalui langkah sederhana seperti mengambil jeda istirahat, rutin berolahraga, bersosialisasi, serta menjaga kualitas tidur. (*)
Stres ternyata bisa bikin luka fisik lambat sembuh! Penelitian ungkap hubungan stres dan daya tahan tubuh. Simak selengkapnya di sini!