BBM Langka hingga Warga Pingsan, Puan Dorong Kementerian ESDM dan Pertamina Turun Tangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:52 WIB
Bali alami kelangkaan BBM
Bali alami kelangkaan BBM (Foto: The New York Times)

 

RIWARA.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali sampai menjadi viral belakangan ini. 

Dilansir dari DPR.go.id, kelangkaan BBM membuat masyarakat Bali sampai antre berjam-jam di SPBU. 

Secara khusus, Puan meminta kepada Kementerian terkait dalam menyiapkan intervensi dengan menambah pasokan BBM agar bisa mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” kata Puan yang dikutip dari DPR.go.id. 

Seperti yang diberitakan banyak netizen di media sosial, saat ini Bali sedang mengalami kelangkaan BBM yang membuat warga harus mengantri sampai berjam-jam.

Kondisi kelangkaan BBM ini terjadi di wilayah Denpasar, Buleleng, Bangli, Badung dan Klungkung. Kelangkaan BBM membuat antrean kendaraan mengular sampai 1 kilometer di banyak SPBU Bali. 

Bahkan, ada seorang warga perempuan di Badung yang sampai pingsan karena mengantre berjam-jam di SPBU. 

Alasan Kelangkaan

Pertaminan menjelaskan bahwa kelangkaan BBM di Bali terjadi karena adanya kendala bongkar buat kapal tanker.

Atas masalah itu, Pertamina akan mempersiapkan tambahan pasokan BBM di provinsi Bali. 

Kepada Pertamina, Puan mengingatkan agar tambahan pasokan BBM juga disertai dengan perbaikan sistem distribusi. 

“Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” tuturnya.

Puan juga mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina bisa turut hadir memeriksa seluruh tahapan pemulihan BBM.

Tahapan pemulihan dimulai dari kedatangan kapal, pembongkaran, persediaan terminal sampai pengiriman kepada para penyalur. 

“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi dan keputusan yang diperlukan untuk mempercepat pelayanan kembali normal. "Warga membutuhkan kepastian BBM dapat diperoleh di tempat pelayanan. Setiap tambahan pasokan perlu segera diterjemahkan menjadi pengiriman yang sesuai kebutuhan dan pemulihan SPBU yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Pertamina juga harus memetakan kebutuhan berdasarkan jenis BBM dan wilayah pelayanan. 

“SPBU yang mengalami kekosongan berulang harus memperoleh perhatian khusus agar pengiriman berikutnya mampu menutup kebutuhan sampai pasokan lanjutan tersedia,” jelas Puan.

Pemerintah juga harus menetapkan sasaran pemulihan yang terukur dan harus menjadi perhatian dari pemerintah serta Pertamina. 

“Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan antarjadwal pengiriman, dan perkembangan waktu antrean. Informasi tersebut menjadi dasar penyesuaian operasi setiap hari,” paparny

“Penanganan harus memperhitungkan kebutuhan fasilitas kesehatan, angkutan umum, dan distribusi kebutuhan pokok sesuai jenis BBM yang digunakan,” ungkap Puan.

Selain itu, Puan menilai pemulihan kelangkaan BBM juga harus mempunyai pembagian tanggung jawab yang jelas.

Pemerintah dan Pertamina harus mengetahui lokasi yang masih terkendala seperti pihak yang menangani dan kapan pelayanan akan membaik. 

Terakhir, Puan mengingatkan Bali menjadi salah satu daerah pariwisata yang menopang industri ekonomi kreatif dan berdampak bagi roda perekonomian negara. 

“Kelangkaan BBM yang tidak segera diatasi dapat berdampak terhadap perekonomian di Bali yang pada akhirnya akan memengaruhi ekonomi kerakyatan dan pembangunan ekonomi Nasional,” ucap Puan.***

Warga Bali antre berjam-jam akibat kelangkaan BBM. Puan Maharani minta pemerintah dan Pertamina segera percepat pemulihan pasokan dan distribusi

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories